1 JAM BERSAMA PUISI

AKU DAN BINTANG

Adalah aku di bawah lampu-lampu
Mengernyitkan bulu mata dari ultra dan warna
Merah, kuning, jingga.

Adalah aku di rimbun cemara
Tak mau pusing ilalang membaur di mata
Karena untukku
Ada cahaya ataupun tidak
Tetaplah sama.

Lalu apa yang sebenarnya ingin kutahu
Dari bumi yang mendewasa lllangkahku
Sebab tak ada yang tersirat bagiku
Kecuali gelap, sunyi dan kosong

Namun ada yang sekilas kuyakini
Di balik jeruji langit
Ada cahaya abadi yang tersembunyi.

Yang menangis saat ku letih berdiri
Yang tertawa saat aku memasang dada
Dia bukan malaikat di syurga
Atau bidadari penyirna duka.

Dia bintang benar di langit adanya
Dia bukan bintang malam namun juga siang
Dia yang tahu
Padanyalah aku cemburu

Dia yang lihai bermain kata
Menghiburku yang tanpa cahaya.

HANYA SEMYUMANMU

Ada yang tertinggal dimana kau tinggalkan diriku
Yang seperti anak penyu pulang ke ombak
Yang seperti ibu elang kembali ke matahari.

Ada yang tak hilang dimana dirimu pergi
Seperti mawar pagi yang terkuras madu
Namun tak enyahkan sang harum
Seperti sebait puisi ibu yang diukir nanda di atas sebongkah batu.

Ada diriku di sini
Di mahligai kepenatan, yang merauk habis keceriaan.
Ada aku di sini
Yang Mencintai kegelisahan, dan melumat ketantraman.

Aha,
Kau tak tahu rupanya
Sesungging senyum yang tertinggal
Merah, mereka,bak kuntum kenanga di taman raflasia.
Dan seketika merah itu merona di wajahku
Turut memberiku segores warna jelita di mataku
Sebelum akhirnya, menyimpan rahasia indah di bibirku.

Hanya senyum itu yang tersisa dari mesbahmu
Namun hanya itu yang memang kuperlu
Sebagai penceharian siapa namaku.

AKU TERTIPU

Jelas aku tertipu
Kau racun, ternyata secangkir madu

Untuk itulah aku memahamimu
Karena madu itulah, segala kepahitan sirna di lidahmu.

Jangan dengar mereka jika aku keliru
Seperti pada banyak lagu yang beerbaur di negeriku
Kau ibarat racun yang berpura jadi madu

Jelas aku merasa tertipu
Tandu tubuhmu lewat begitu saja di depanku
Ada sebaris namamu di kepala batu
Semasa sungai itu menyanyi, dan lagu itu menaari
Dunia tak berubah karenamu

Sebab itulah aku tertipu
Tertipu karena duniamu yang menipuku

Semua membuat jadi ramai
Semua mendadak jadi tawa
Melihat tipumu berhasil di hatiku

Dan karena tipu itu lagi
Petualangan berujung
Ssemua berubah tangis
Semua berubah lara
Semua berubah pada keadaan semula.

INGKAR

Jatuh cinta bukan yang pertama
Ini sudah kesekian kalinya
Pada bulan, pada bintang, pada malam, atau pada fajar
Aku jatuh cinta.

Pernah kuukir janji di kanfas awan
Aku kan bangun saat aku terjatuh
Aku akan marah, saat aku terlampau sakit
Aku kan berlari, saat aku lumpuh
Aku kan tertawa lepas, saat aku mengurai airmata

Bodohnya mereka bila percaya
Setelah duapuluh purnama aku menyandang sebait nama
Hanya ingkar yang kubawa.

Semua serasa teerbang begitu saja
Aku bebas merdeka
Tak peduli bulan, bintang, malam, dan fajar memaki keingkaranku.

Pokoknya
Merah, hitam, bahkan pekat tak punya warna
Aku akan tetap begini.
Menantang matahari
Mengoyak seluruh hati
Memberontak pada setiap janji

PENARI KAIN

Ssang penari kain anggun di batas pagi
Aku berceloteh membandingkan dengan ibu
Penari kain itu tidak lebih cantik darinya
Namun dia kallahkan doa ibuku.

Penari kain bentangkan kain di pusara
Dan ku
Pamit pada wanita terdasyat di dunia
Melihatnya terguling menggali sungai airmata
Di atas permadani syurganya aku bermanja.

Jangan pergi belahan jiwa
Aku menagis lara kala kau meminta
Berpisah tuk selamanya
Bukan sebuah cita-cita

Kini yang jadi penari kain tinggal diriku
Yang setiap malam datang pada mimpi ibu
Menghibur dukanya atas perpisahan denganku
Sebab padanyalah semua kan ku persembahkan.

Dan kain-kain ini nanti akan kulepaskan
Sampai ibu bangun dan memandang sendu pada mentari

Kelak, belahan jiwaku kan kembali.

jika kamu suka puisiku, kasih

jika kamu suka puisiku, kasih komen yah! thanks kartunet!

puisi2 yang indah

bagus banget! aku dah baca beberapa puisi2mu dan gayabahasamu telah menemukan warna yang khas. puisi yang melukiskan sesuatu dengan kata-kata kiasan yang sangat indah membiaskan maknanya yang dalam menyentuh jiwa.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Insert an image: [photo=image]id=55[/photo], Insert multiple images: [photo=image]id=55,56,57,58[/photo], Insert album: [photo=album]id=10[/photo].

More information about formatting options

CAPTCHA
Masukan kode yang tertera pada gambar untuk memastikan anda bukan spammers

Copyright © Kartunet Group Indonesia January 19th, 2006 - 2010 All Rights Reserved
Web Design