untuk kekasih hatiku
Cuma sebuah puisi, yang akan kuberikan pada seorang kekasih di ujung tandu matahari
Masih di riang gerimis anak-anak pelangi itu mengukir silembar Grisella
masih di kehitaman batu pualam ratu intan manikam bertahta
benang-benang jamrud melambai melingkari sabda buana taman segara Firda
jernih selaksa mata biru sepelupuk banyu
ingkarkan semesta dahaga
tak lepas ubun-ubun menerawang hingga ke istana kejora.
Rinai pelangi itu usai bercengkrama
jemari salju terhenti menyulam permadaninya
dan butir-butir yang jatuh tambahkan suasana syahdu.
Yang terkasih terpana di ayunan bulu-bulu mata
pesona sang penguasa tak hirau dipandangi jua
Bila hati tela tertambat meski dibenamkan bara
dan anak-anak pedu telah tertanam raksa panas berkerak hingga ke pembuluh azab
sementara bulir -bulir buah kerinduan ditelan tersekat di kerongkongan.
yang terkasih kulihat kau di kejauhan
menari di batas udara sakral menabur alam.
menyanjung cinta mencemburui sang mahkota gemerlapan.
emang beneran yah ini tulisan aku? kok, jelek amat? hehe, apus aja duech@!
emang beneran yah ini tulisan aku? kok, jelek amat? hehe, apus aja duech@!
waaahhhhh.....
jgn dibenamkan dong,,,...nti mati tuh....trus gmn?..
mo tggung jwb...hehe
tp aq ska pd bgian akhirxtu....
"menari di batas udara sakral menabur alam"
...pa bner da so2k yg pean puja sdemikianx.....
....lam knal y.......
-25c4punk-
owch, so sweat,




