Satai Puisi

Sajak dan untaian kata dalam puisi. Rubrik mewadahi bakat dan minat anda di dunia penulisan puisi. Dalam puisi, seseorang akan memperoleh ketenangan bathin yang tak mampu diungkapkan. Dalam puisi hidup ini penuh warna dan untaian kata-kata indah.

Penuhi persyaratan berikut ini:

  1. Tema sesuai dengan ketentuan redaksi tiap bulannya.
  2. Isi tulisan tidak menyinggung sara dan asusila
  3. Panjang naskah minimal 1 bait yang terdiri dari 4 baris. Diharapkan penulis mengirimkan 3 puisi hasil karyanya dalam satu kali pengiriman. Redaksi akan memilih 2 puisi terbaik untuk dimuat.
  4. Naskah merupakan karya asli, bukan plagiat, terjemahan, atau saduran.
  5. Ketik dengan jenis huruf Times New Roman, ukuran font 12 pt ptspasi 1,5, kertas A4, margin semua sisi 3 cm.
  6. Sertakan biodata singkat penulis di akhir naskah, berisi nama lengkap, nomor kontak, alamat domisili, alamat email, dan nomor rekening.

Ingin puisi anda dipublikasikan oleh redaksi di rubrik Satai Puisi? Silakan penuhi persyaratan di atas dan kirimkan naskah anda dalam bentuk attachment ke alamat email kami di redaksi@kartunet.com, dan akan ada bingkisan menarik dari redaksi untuk penulis yang karyanya diterbitkan.

Mereka Bilang

Seringkali kita melihat orang menyuarakan pendapat, unek-unek, atau kekesalannya pada pemerintah. Namun tak jarang mereka juga merusak dan merugikan sekitar, penulis yang satu ini mengungkapkannya dalam bait-bait puisi yang mengggambarkan para penyuara itu.

Masa yang Telah Hilang

Suka duka yang silih berganti

Kerap mewarnai hari

Bersama mereka, kubenamkan diri dalam lautan ilmu yang telah menanti

Setumpuk asa pun kelak dapat tergapai pasti

Sahabat dan Memori Putih Abu-abu

Begitu lekat kenangannya bersama seorang sahabat sekolah. Hingga penulis mengungkapkan perasaannya dalam puisi berikut ini.

Kenangan Indah di Sekolah

Sekolah adalah tempat dimana kita menghabiskan masa remaja yang tak akan terulang. Penulis mengungkapkan kenangan sekolahnya dalam puisi berikut ini.

Guru Tunanetra

Guru. Sosok yang jarang kita sadari berperan besar dalam kesuksesan kita. Namun, pernahkah kau mendengar seorang guru dengan kondisi tunanetra? Berikut ini puisi yang menggambarkan tentangnya.

Aku Hanya Rindu

Kenangan adalah pintu masalalu yang tak mungkin terlupakan. Inilah ungkapan puisi tentang pernyataan diatas.

Sepucuk Cinta Suci Dari Papua

Papua, telah menginspirasi penulis puisi berikut tentang kisah yang berawal dari pulau megah namun berdarah itu.
Penulis: Habib Arafat

Lukisan Jari

Tak pernah ada yang tahu rahasia kehidupan. Seperti lukisan yang banyak terpajang di dinding. Tak banyak tahu siapa pelukisnya. Dimana tempat tinggalnya. Bahkan bagaimana rupa pelukisnya.
Penulis: Tri Nursanti

Cahaya Dalam Kegelapan

Siapa yang tak tahu sosoknya? Ia buta dan tuli. Tapi dunia mengenangnya dengan hormat. Kata-katanya selalu dikenang, “Yang terbaik dan terindah di dunia ini tak dapat dilihat atau bahkan disentuh tapi harus dirasakan dengan hati.” Penulis: Samuel Arman

Celoteh Cadas Bantaran Sungai

Wanita. Lembut sifatnya, halus katanya, gemulai gerak-geriknya, manis wajahnya. Namun puisi berikut memandang dari sudut yang berbeda, seperti apakah?
Penulis: Sandza

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.