Info Disabilitas

Kumpulan artikel berisi informasi seputar dunia disabilitas. Mulai dari istilah, teori, hingga tips sederhana dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Anda akan temukan informasi terkait tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa di sini.

Anda punya informasi atau tips seputar disabilitas? Silakan kirimkan naskah anda ke alamat email kami di redaksi@kartunet.com, dan sertakan pula biodata singkat penulis. Akan ada bingkisan menarik dari redaksi untuk penulis yang karyanya diterbitkan.

Klasifikasi Tunanetra

Berbeda dengan yang diketahui oleh masyarakat umum, klasifikasi tunanetra yang akan dituliskan di bawah ini cukup beragam. Klasifikasi ini bukan untuk menyekat-sekatkan tunanetra, melainkan sebagai starting point (titik dimulainya) asesmen agar mempermudah dalam menyediakan pelayanan pendidikan khusus. (Fatul Munir)

Klasifikasi Tunanetra

Berbeda dengan yang diketahui oleh masyarakat umum, klasifikasi tunanetra yang akan dituliskan di bawah ini cukup beragam. Klasifikasi ini bukan untuk menyekat-sekatkan tunanetra, melainkan sebagai starting point (titik dimulainya) asesmen agar mempermudah dalam menyediakan pelayanan pendidikan khusus. (Fatul Munir)

Mengajarkan Membaca Bagi Anak Tuna Grahita

Membaca merupakan suatu proses decoding (decoding), artinya membaca adalah suatu kegiatan untuk memecah kode-kode bahasa berupa lambang-lambang verbal. Lambang verbal ialah rangkaian huruf yang mengikuti suatu konvensi tertentu (misalnya ejaan). (Danu Dwi Anggara)

Aksesibilitas Ruang Publik Kampus Bagi Mahasiswa Tunanetra

Tulisan ini merupakan sedikit bahasan hasil penelitian skripsi S1 penulis, dengan mengambil sampel penelitian di sebuah universitas yang menerima dan menyediakan layanan bagi mahasiswa tunanetra. Banyak hal yang melatarbelakangi kenapa penulis terfikir mengambil penelitian ini. Selain karena kapita selekta yang penulis ambil adalah tunanetra, salah satu hobi penulis yakni mengamati lingkungan sekitar dan orang-orang di dalamnya adalah faktor utama penelitian ini. (Erma Watihaedah)

APA ITU ANAK GETL?

Istilah yang gunakan untuk menyebut anak dengan gangguan emosi dan tingkal laku (anak GETL) atau dulu yang dikenal dengan anak tunalaras sangat beragam, sesuai dengan pandangan berbagai kalangan. Perbedaan istilah dan pandangan yang digunakan untuk menyebut anak GETL ini tentu saja disesuaikan berdasarkan kepentingan pihak masing-masing. Misalnya, orang tua yang awam cenderung menyebut anak GETL dengan sebutan anak nakal, para guru menyebutnya dengan sebutan anak yang tidak bisa diatur (incurrigible), para psikiater atau pasikolog lebih memilih menyebutnya sebagai anak yang terganggu emosinya (emotional disturb child), para pekerja sosial menyebutnya sebagai anak yang tidak dapat mengikuti aturan atau norma sosial yang berlaku (social maladjusted child), dan para hakim menyebut anak GETL dengan sebutan anak-anak jahat. (Fatul Munir)

Membedakan Tunadaksa dan Cerebral Palsy

Banyak masyarakat awam yang memahami bahwa Cerebral Palsy merupakan bagian atau salah satu jenis dari ketunadaksaan. Padahal jika kita memerhatikan sejumlah referensi Ortopedagogik (Pendidikan Kebutuhan Khusus) akan kita temukan penjelasan bahwa cerebral palsy berbeda dengan tunadaksa, meskipun keduanya dibahas dalam satu bab gangguan fisik. (Fatul Munir)

MENGENAL ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN

Anak dengan hambatan pendengaran atau yang lebih dikenal dengan sebutan anak tunarungu (ATR) adalah anak yang memiliki keadaan kehilangan pendengaran yang meliputi seluruh gradasi bagi ringan, sedang, berat, dan sangat berat, yang walaupun telah diberikan alat bantu dengar (ABD) tetap memerlukan pelayanan pendidikan kebutuhan khusus. Berdasarkan pengertian di atas, hambatan pendengaran bukanlah suatu penyakit yang dapat disembuhkan dengan menggunakan alat bantu dengar (ABD). Sehingga, meskipun sudah menggunakan ABD, anak tunarungu harus tetap menerima pendidikan khusus untuk dapat berkomunikasi dengan anak normal pada umumnya.

TRAVELING BERSAMA TUNANETRA

Traveling adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan. Sebagian besar masyarakat di Indonesia bahkan di luar negri menyukai kegiatan ini. Traveling memungkinkan seseorang untuk dapat berpergian ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi serta dapat mengenal kebudayaan daerah setempat. Taukah Anda? Para penyandang tunanetra pun menyukai traveling. Dibalik keterbatasan yang mereka miliki, tidak menyurutkan keinginan untuk berjalan-jalan ketempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Aksesibilitas Uang Tak Cukup Sekadar “Lihat, Raba, Terawang”

Aksesibilitas atau kemudahan seseorang dalam menggunakan fasilitas tertentu, menjadi sorotan utama masyarakat belakangan ini. Terlebih dalam kalangan disabilitas dan penggelut dunia disabilitas, aksesibilitas menjadi sangat penting mengingat kita sebagai manusia dan warga negara memiliki hak yang sama. Terkait dengan kenyamanan dan kemudahan yang menjadi inti dari kata aksesibilitas, akhir 2011 lalu dibuka satu wacana yang cukup perlu untuk ditindak lanjuti, yakni aksesibilitas uang.

BERBAGAI JENIS MAKANAN YANG DAPAT MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN AUTISME

Penyandang autisme di dunia kini cenderung meningkat. Penelitian terakhir dari Autism Reseach Centre of Cambridge University menyebutkan ada 58 anak autis per 10.000 kelahiran. Padahal, sekitar 10 tahun lalu hanya ada sekitar 2-4 anak autis per 10.000 kelahiran, sehingga di Indonesia diperkirakan lahir 6.900 anak autis per tahun. Karena itu, para peneliti terdorong melakukan penelitian tentang pengaruh asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak autis dengan mengambil sampel di Semarang dan Solo. penyandang autis kemungkinan dapat diatasi dengan makanan atau minuman tertentu, sebab makanan dan minuman memiliki pengaruh cukup besar bagi kehidupan.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.