Opini

Opini Inklusif. Media untuk anda mengutarakan opini terkait tema bulanan yang redaksi ajukan.


Penuhi persyaratan berikut ini:

a. Tema sesuai ketentuan redaksi, lebih disukai yang berkaitan dengan masalah disabilitas dan masyarakat. Tulisan diharapkan tidak hanya berisi kritik, melainkan juga masukan untuk masalah yang dibahas.

b. Panjang naskah 2-3 halaman, huruf times new roman, ukuran fount 12 pt, spasi 1,5, kertas A4, margin semua sisi 3 cm.

c. Sertakan biodata singkat penulis di akhir naskah, berisi nama, nomor kontak yang dapat dihubungi, alamat email, dan nomor rekening.

Segera kirim opini anda setelah memenuhi persyaratan di atas dan kirim ke alamat email redaksi@kartunet.com.

Mari kita hidupkan dunia dengan opini. Mari kita ramaikan bangsa ini dengan beropini. Jika kita berani beropini dan opini kita bermanfaat untuk orang banyak, maka kita akan mendapatkan 2 keberuntungan dalam hidup. Tapi bila opini kita kurang tepat, setidaknya kita sudah mendapatkan 1 keberuntungan dalam hidup dengan berani beropini.

WANITA DISABILITAS, NASIBMU KINI

Berbicara tentang wanita selalu menarik untuk dibicarakan, entah itu sepak terjangnya di dunia politik, pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, trafficking, KDRT, single parent, poligami, emansipasinya sampai pada penyia-nyiaan dan diskriminas. Wanita adalah makhluk ciptaan Allah yang secara umum berhati lemah lembut, sensitif serta memiliki tingkat kepedulian tinggi. (Nurul Hasanah)

Sinetron Stripping Terpopuler itu Berjudul “KORUPSI”

Korupsi, sepenggal kata yang begitu mudah dan gampang untuk diucapkan namun begitu sulit untuk mengatasinya. Realita bangsa kita, Bangsa Indonesia yang telah diwarnai dan dibumbui oleh korupsi ini bak sebuah sinetron stripping yang tiada henti. Bangsa ini telah terbelenggu dengan budaya korupsi. Budaya yang seharusnya musnah dari negeri ini malah mewabah dengan cepat di Indonesia. Karakter kebudayaan asli Indonesia pun luntur.

IKATAN CINTA ANTARA BERBAGAI KEUNIKAN

Banyak orang di dunia ini yang mencari pasangan berdasarkan kesamaan atau kemiripan karakteristik. Menyukai hal yang sama, mempunyai karakter yang serupa, berasal dari kelompok sosial yang sama, menekuni bidang yang sama dan sebagainya. Namun, tidak sedikit pula pasangan-pasangan yang diwarnai berbagai perbedaan di antara mereka. Walaupun demikian, perbedaan yang mencolok atau tidak biasa seringkali menjadi buah bibir orang lain di sekitarnya. Misalnya, seorang dokter spesialis penyakit dalam terkemuka di ibukota yang menikahi seorang gadis desa berpendidikan SMP, atau seorang wanita kaya raya pemilik beberapa restoran ternama yang menikahi seorang pria pegawai kantor pos. Pasangan-pasangan ini seringkali mendapatkan berbagai komentar dari keluarga, teman-teman atau orang lain di sekitar mereka.

MEMAKNAI ARTI CINTA

Entah sudah berapa banyak lagu bertemakan cinta dilahirkan ke dunia ini. Dari cinta monyet sampai Cinta Laura, dan dari cinta sejati sampai cinta suci katanya. Eit... tapi tunggu dulu apa benar cinta suci, apa benar cinta sejati, atau sekedar cinta syahwati?

MEMBANGUN KUALITAS DIRI DENGAN CINTA

CINTA merupakan sebuah kata yang rumit. Jutaan frasa dirangkai untuk mendeskripsikannya. Jutaan lagu dilantunkan untuk mengungkapkan maknanya. Namun semua itu masih belum cukup untuk menjelaskan makna cinta sesungguhnya.

KEPRIHATINAN

Dalam venomena sehari-hari sering kali kita temui banyak terjadi hal yang sama sekali menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan, baik itu dilakukan oleh sasaran aturan tersebut maupun oleh pembuat aturan itu sendiri. Dari pelanggaran demi pelanggaran yang terjadi tentu ada yang menjadi korban, dan akibat dari semua ini menimbulkan gejolak yang tentu saja ditimbulkan dari ketidak sesuaian antara keharusan yang tercantum dalam aturan dengan realita pelaksanaannya. Hal ini mestinya tidak perlu terjadi jika apa yang telah dibuat benar-benar dapat dijadikan sandaran dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.

PENYANDANG DISABILITAS TERKESAN SENSITIF

Sering kali kita dengar dari kalangan masyarakat kebanyakan bahwa penyandang cacat atau kaum disabilitas adalah sosok yang gampang tersinggung atau dengan kata lain mereka sangat sinsitif. Anggapan yang demikian tentu saja harus dapat kita sikapi dengan baik dan perlahan mengikis habis anggapan tersebut.

JPO PADJAJARAN TAK LAGI EFEKTIF

Jembatan penyebrangan yang dikhususkan pemerintah kota Bandung bagi para Disabilitas dirasa kurang efektif. Bahkan lambat laun akan jadi tidak efektif lagi. Jembatan setinggi 8 meter dengan tekstur melandai ini memang berbeda bila dibandingkan dengan jembatan penyebrangan pada umumnya.

EFEKTIVITAS UNDANG-UNDANG DISABILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS

Pernahkah anda membayangkan bahwa penyandang disabilitas ternyata mampu menerbangkan PESAWAT Microlight? Pesawat yang di kenal sebagai pesawat olahraga di kalangan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan biasa diterbangkan para pilot-pilot dengan sertifikat yang diperoleh dengan seleksi sangat ketat. Pernahkah terpikir oleh anda bahwa penyandang disabilitas ternyata mampu berkontribusi dalam memberikan penghormatan, penegakkan dan penyebarluasan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat serta berkontribusi dalam pelaksanaan penyuluhan, pengkajian, pemantauan, penelitian dan mediasi tentang hak asasi manusia dengan menjadi Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham)? Dan pernahkah terbesit dibenak anda bahwa pada dasarnya pun penyandang disabilitas mampu melakukan banyak hal seperti yang dilakukan individu non penyandang disabilitas dengan menjadi dosen di sebuah universitas? Atau pernahkah anda mencoba untuk mengingat-ngingat bahwa salah satu orang yang pernah menjadi yang nomor satu di republic ini, bahkan satu-satunya presiden di dunia adalah seorang penyandang disabilitas? Miles Hilton Barber seorang tunanetra yang pernah mengantongi rekor menerbangi Kanal Inggris dengan menerbangkan pesawat Microlight pada ketinggian 20.300 kaki, Saharudin Daming (Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), dan Didi Tarsidi (dosen program sarjana dan pascasarjana di Universitas Pendidikan Indonesia) atau gusdur hanyalah sebagian kecil contoh penyandang disabilitas yang mampu membuktikan bahwa individu yang mengalami disability pun mampu berprestasi.

KEMUDAHAN DAN DAYA JUANG

Tunanetra Indonesia sesungguhnya jauh lebih hebat dibandingkan tunanetra di negara lain yang lebih maju. Di tengah minimnya fasilitas dan masih kuatnya belenggu diskriminasi, tunanetra Indonesia bisa hidup normal dan mandiri di tengah-tengah masyarakat. Tunanetra Indonesia telah membuktikan bahwa usaha keras yang diringi dengan semangat baja dan tekad membara adalah modal utama untuk mencapai keberhasilan.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.