Mimpi Adalah Kunci!! Please Help Me!!
Mimpi…aku sangat mempercayai kekuatan dari sebuah mimpi. Aku meyakini bahwa sebuah mimpi akan mampu mengubah segalanya. Ada sebuah kekuatan maha dahsyat di balik sebuah mimpi. Dengan mimpi semua yang tak mungkin bisa menjadi mungkin. Apa kamu percaya bahwa hanya dengan sebuah mimpi seseorang akan mampu mengubah dunia ini??? Aku percaya itu!! Aku tak pernah takut untuk bermimpi, sebab mimpi adalah sebuah nafas yang berhembus dalam duniaku. Nah, bagaimana denganmu, apa kamu juga berani untuk bermimpi? Tentu harus berani!!!
Bicara soal mimpi, di dalam hati dan pikiranku tersimpan berjuta mimpi, baik mimpi untuk diri sendiri, orang tua maupun untuk dunia ini. Rasanya lemari pakaianku tak cukup untuk menampung mimpi-mimpiku. Oleh karena itulah kubiarkan mimpi-mimpiku bermain dan berlarian di taman asa. Membiarkannya bebas tetapi tak membuatnya lepas. Dan tahukah kamu mimpi apa yang sedang benar-benar menari di dalam hati dan pikiranku??? Melanjutkan kuliah, itulah mimpi terbesarku saat ini. Ya, aku benar-benar ingin melanjutkan kuliah. Bisa dibilang siang dan malam aku selalu mendambakan duduk kembali di bangku kuliah. Aku selalu membayangkan diriku duduk di sebuah kursi, mendengarkan materi dari para Dosen, berjibaku dengan setumpuk tugas kuliah, menghafal dan memahami materi, saling berdiskusi dengan teman, dan me-presentasikan materi di hadapan mahasiswa lain. Hmm, sungguh aku rindu dengan aktivitas-aktivitas semacam itu. Otakku sepertinya sudah lelah terdiam selama hamper dua tahun. Aku ingin otakku kembali berputar, mengolah setiap ilmu yang kudapat dari para Dosen. Ah, aku benar-benar ingin melakukannya lagi!!
Sebenarnya aku sudah memiliki jalan untuk merealisasikan mimpiku itu. Ya, aku mendapat tawaran untuk melanjutkan kuliah di sebuah Universitas Swasta di kota Semarang. Universitas Dian Nuswantoro(Udinus), itulah nama sebuah Universitas yang memberiku kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Awalnya Pak Suryandaru(Ketua DPD Pertuni Jawa Tengah) lah yang menawariku kuliah disana. Ia mengatakan bahwa Pertuni dan Udinus telah menjalin kerjasama, sehingga para Tunanetra bisa belajar dengan nyaman disana. Selain itu, aku pun akan mendapat keringanan biaya. Ya, aku dibebaskan dari biaya uang gedung dan SPP. Aku hanya diminta memenuhi biaya pendaftaran, biaya modul, biaya kesehatan, biaya Skripsi dan Wisuda. Kalau dihitung-hitung biayanya tak mencapai jutaan. Bisa dibilang biayanya sangat minim. Wah, tentu aku tertarik dengan tawaran itu. Tapi nampaknya jalanku tak semulus yang diharapkan. Sebuah masalah tiba-tiba muncul. Kalau aku kuliah di Semarang, otomatis aku harus kost, dan kalau kost tentu aku harus makan sendiri. Nah lho, aku punya uang dari mana ya untuk memenuhi uang kost dan makan tiap bulannya??? Aku tahu sih di Semarang biaya hidupnya terjangkau, tapi tetap saja menyesakkan bagi kedua orang tuaku. Jangankan untuk memenuhi biaya hidupku di Semarang, untuk membeli beras saja sulitnya minta ampun. Terus aku harus gimana ya??? Aku bingung!!
Meski kelihatannya kondisi keuangan keluargaku tak memungkinkanku untuk kost dan hidup di Semarang, tapi aku tak begitu saja menyerah. Mimpiku masih tetap berkobar. Aku masih tetap berkeyakinan bahwa tahun depan aku akan lolos masuk kuliah. Hmm, tapi bagaimana caranya ya aku meloloskan diri ke dalam bangku kuliah?? Mimpi tentu tak akan menjadi nyata kalau tak dibuat nyata. Nah, kira-kira apa ya tindakan yang harus kulakukan untuk menjadikan mimpiku itu benar-benar nyata??? Sebenarnya aku ingin bekerja. Dengan bekerja, setidaknya aku bisa sedikit meringankan beban orang tuaku. Dengan uang yang kudapat dari bekerja, setidaknya bisa untuk membeli sebungkus nasi dengan lauk tempe goring. Tapi pekerjaan apa ya yang bisa kulakukan di kota Semarang? Ada yang puny aide?? Aku kebingungan mencari pekerjaan yang bisa menampung diriku plus ketunanetraanku. Mungkin kalau di Jakarta ada beberapa jenis pekerjaan yang memungkinkan untuk Tunanetra, tapi kalau di Semarang ada tidak ya? Kalau ada, tolong kasih tahu aku ya. Sungguh, aku ingin bekerja. Tahun ajaran baru masih tersisa beberapa bulan lagi, siapa tahu aku bisa bekerja dan mengumpulkan uang untuk biaya hidup di Semarang tahun depan. Please Kartuneters, bantu aku mencari jalan keluar untuk meraih mimpiku itu.
Oiya, sebenarnya ada tidak ya Beasiswa untuk Tunanetra?? Aku rasa sih ada. Aku juga dengar dari The Nensi, katanya Beasiswa memang ada bagi Tunanetra yang ingin melanjutkan kuliah. Tapi kira-kira aku bisa tidak ya mendapatkan Beasiswa itu?? Terus syaratnya apa ya?? Mungkin enak kali ya kalau tiap bulan aku dapat uang dari Beasiswa itu hehehe. Lumayan untuk membayar uang kost atau pun untuk makan. Tak perlu banyak-banyak yang penting bisa meringankan beban orang tua. Haduh, mengkhayal nih si Eka!! Tapi beneran ada kan Beasiswa semacam itu?? Hmm, aku benar-benar membutuhkan uluran tangan. Tak perlu berupa uang, informasi dan support pun aku terima dengan tangan terbuka heheheh. Please teman-teman, kalau ada info pekerjaan atau pun Informasi Beasiswa, mohon aku dikabari ya. Sebenarnya ingin bekerja pun masih bingung, sebab aku tak memiliki keahlian apapun, ditambah lagi aku hanya berijazah SMA dengan nilai-nilai kurang memuaskan hehehe. Jadi bingung harus berbuat apa…
Kalau dipikir-pikir, tawaran kuliah di Udinus benar-benar menarik. Tapi biaya kost dan makannya itu lho yang lumayan membuat dada kedua orang tuaku menjadi sesak. Padahal kalau dihitung-hitung, biaya tiap bulannya tak sampai Rp 500.000. Meskipun begitu, tetap saja terasa berat untuk kedua orang tuaku yang tak memiliki penghasilan tetap. Sebenarnya sih aku rela seandainya nanti pas kost hanya makan sehari sekali, atau pun hanya makan mie rebus. Wah, becanda ya ??? Aku tidak sedang becanda, aku serius. Aku bertekad tak akan mengeluh meskipun hanya makan sehari sekali, yang penting ada untuk membayar kost. Hmm, seandainya ada seorang jutawan yang mau membantuku membayar kost perbulan, pasti aku bahagia sekali heheheh. Ya mudah-mudahan saja selama perjalanan menuju tahun ajaran yang masih dalam hitungan bulan ini aku akan menemui pintu rezeki yang tentu saja bisa kumanfaatkan untuk biaya hidup di Semarang guna melanjutkan pendidikan, amien.
Aku tak pernah takut bermimpi, meskipun terkadang lingkunganku menganggapku tak tahu diri. Aku berkeyakinan bahwa sebesar dan setinggi apapun mimpi itu, pasti akan bisa kugapai asalkan aku berusaha menggapainya. Aku yakin bahwa setiap mimpi akan bisa menjadi nyata!! Aku juga yakin esok aku akan duduk di sebuah ruangan sambil mendengarkan Dosen memberikan kuliahnya. Aku juga yakin bahwa esok aku akan bersorak dengan teman-temanku sambil memakai Toga. Aku yakin itu!!! Kartuneters, bantu doa ya. Dan tolong bantu yang lain juga, bantu support, informasi, kalau ada ya bantu financial juga hahhaha *ngarep*. Atau mungkin ada di antara Kartuneters yang mau menampung aku di Semarang??? Aku terima dengan senang hati hehehe *ngarep lagi*. Atau mungkin ada diantara Kartuneters yang memiliki rumah kosong di Semarang, boleh kok nyuruh aku untuk menghuninya hehehe *lagi-lagi ngarep*. Ayo sobat, dukung Eka Prathiwie Taufanty sebagai nominasi tujuh keajaiban dunia ya…eh, salah, maksudku tolong dukung Eka Prathiwie Taufanty dalam meraih setiap mimpi, khususnya mimpiku untuk melanjutkan kuliah!!! Mudah-mudahan bisa terwujud ya, amien.
Makasih ya Kartuneters atas perhatiannya dan kesediaannya membaca curhatanku yang gak penting itu. Sekali lagi aku berharap bantuan dari Kartuneters semua ya. Bagi yang punya informasi, sekecil apapun akan aku terima. OK, Salam Akselerasi!!!
hmm, aku bisa rasain ko apa yang km rasain, emang gak semudah balikin tlapak tangan. waktu tinggal beberapa bulan itu bukan waktu singkat untuk mengawali hal2 yang gak pernah kita lakukan, tp apa sih yang mustahil di dunia ini selama mimpi itu masih bergumpalan di dada kita? ttp behubungan sama orang nyebelin itu yah! tanya terus info beasiswanya! dia juga udah banyak tw tentang kamu dari tulisan2 di sini. "Semangat Eka Semangat"!
makasih ya teteh sayang 
waduh, jahat banget masa dibilang orang nyebelin sihh hehehe.....awas lho entar dijitak sama dia
)
iya teteh semangat, makasih ya teh...mohon doanya ya 
menulis Eka. kamu punya potensi dan bisa kirim tulisan ke majalah, koran, dll. kunci dari mimpi aalah jangan pernah minder. kalo uah minder duluan, tapak pertama ke arah mimpi itu tak akan pernah ada. ayo, lomba2 bergelimpangan dimana2. Saya akan selalu update di Kartunet.com untuk lomba2 yang memungkinkan diikuti oleh teman2 kartunet. tentu selain itu masih banyak lomba2 lain di luar sana. semangat!
Iya, makasih mas Dimas atas masukannya 
Hmm, tapi emangnya aku bisa ya mas ngikut lomba-lomba gitu? soalnya aku ngerasa ga bisa nulis mas. Dulu aku juga pernah ngirim tulisan ke majalah tapi tulisannya ga ada yang dimuat heheheh. Aku ga PD deh mas...gimana ya nih hehehe aku bingung...apa dicoba dulu ya mas...*emang harus dicoba ya*
Aku ga PD nih mas...
Gaya tulisanmu tuh bagus ka, mungkin kamu cuma perlu pilih tema tulisan yang lebih unik biar dilirik ma panitia lomba atau redaksi media.
Di FB juga banyak lomba nulis yang tema2nya sederhana. Coba ikutan aja 
Kalo kamu memulai sesuatu dgn keyakinan dan pikiran positif, insya Allah hasil yang kamu dpt bakal positif juga. Semangat yo 
hmm, iya juga ya Teh...gimana aku mau dapet hasil positif kalo aku memulainya dengan keraguan. Makasih ya Teh Dhani 
oiiya, emang kalo pengen tau info lomba di Fb caranya gimana teteh? tapi bener lho teh aku tuh ngerasa ga bisa nulis 
oiya, teteh punya info untuk mengirim tulisan ke media massa ga? bagi-bagi dong teh hehehe
Post new comment
Tulisan Terkait
- Butuh Selangkah Lagi Untuk Benar2 Mengatakan "Dream Comes True!"
- PERJUANGANKU DI KAMPUNG INGGRIS
- Part 1:Mengembara ke Semarang setelah 2 Tahun Menyepi :D
- Bisakah Aku Menyentuh Jari-Jemarimu, Tongkat???
- Sebuah Nama Sebuah Cerita : kisah jaman baheula :D
- Bertanya : Diary Kaktus....itu apa ya? :))
- PERISTIWA AKHIR SEKOLAH
- Part 3: Mengembara ke semarang Setelah Dua Tahun Menyepi :D
- Rachmita, Tunarungu Raih Gelar Master ITB
- CERITAKU (EPISODE 3)






