Penyandang cacad ditolak di rumah sendiri
barusan saya sampai menangis baca artikel di kompas.com berjudul "penyandang cacad tak bisa nonton Indonesia open" dialami oleh mba Kurnia 30 tahun. Dengan menggunakan kursi roda ia jauh2 naek busway ke istora senayan hendak memberi dukungan bagi pemain2 bulutangkis Indonesia yang berlaga di even kelas dunia jarum super primer indonesia open. Tapi apa yang dialaminya disana...dia kehabisan tiket kelas 1. Salah seorang panitia menawarinya tiket kelas2 dan iapun membelinya seharga 25 ribu. Namun ketika dia menuju ke lokasi kelas yang dimaksud, ternyata letaknya agak tinggi di tribun, dia tidak diperbolehkan oleh panitia dengan alasan "tidak ada tempat untuk penyandang cacad" padahal beberapa relawan sudah bersfia menggendongnya naek ke atas..dia tetap tidak diperbolehkan hadir di tempat itu dengan alasan "tidak ada tempat untuk penyandang cacad" uang pembelian tiketnyapun dikembalikan oleh panitia. Saya marah dan heran apa para panitia yang terhormat itu berpikir para disable bukan Wni? Sehingga kehilangan hak untuk mendukung tim bulutangkis indonesia berlaga mengharumkan nama bangsa! Ironisnya knp penolakan semacam itu justru terjadi di istora senayan fasilitas yg seharusnya jadi milik seluruh bangsa indonesia. Jg di even Indonesia open yang notabene Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. "tidak ada tempat bagi penyandang cacad" akankah kita sering mendengar kalimat itu?
itulah efek dari lack of information alias kekurangan informasi mengenai disabilitas. Karena panitia yang tidak tahu bagaimana cara untuk memperlakukan seorang pengguna kursi roda, dia gagal nonton padahal sudah datang ke istora senayan dengan naik trans jakarta. Secara logika, jika naik trans Jakarta saja bisa, tinggal duduk di istora senayan saja bukan masalah tentunya.
Post new comment
Tulisan Terkait
- Jarum super primer Indonesia open
- oprasi katarak gratis
- next time better
- TRAVELING BERSAMA TUNANETRA
- Lomba Pidato Bahasa Jepang Pandan College (deadline: 5 Mei 2012)
- HIPENCA 2011, HILANGKAN PERBEDAAN DAN SATUKAN PEMAHAMAN
- Ida: Petenis Ulung Berkursi Roda
- Sambil Rekreasi, Disabilitas Mengedukasi
- RATUSAN PENYANDANG DISABILITAS MENCARI ASA DI JOB EXPO BERSAMA PRECIOUS ONE
- Disabilitas Harapkan Tempat Wisata Aksesibel





