Membaca merupakan cara untuk bisa mendapatkan berbagai hal. Mulai dari pengetahuan, cerita, hingga pengalaman dan petualangan baru. Namun, hal ini tidak dapat dilakukan untuk kalangan tertentu terutama para penyandang tunanetra.

Yuk bantu mereka untuk “membaca” agar mereka bisa mendapatkan banyak pengetahuan seperti kita. Dengan mengubah hasil bacaanmu menjadi audiobooks, kamu bisa mengubah dunia mereka.

Foto seorang tunanetra membaca Qur'an Braille

Relawan baca adalah gerakan sosial membantu para tunanetra mengakses bahan bacaan dalam format audio. Gerakan ini inisiatif dari komunitas anak muda disabilitas bernama Kartunet Community, pegiat rumah baca, dan pemuda yang mencintai buku. Tak ingin kesenangan membaca buku dinikmati sendiri, mereka berusaha berbagi dengan merekam bahan bacaan ke bentuk digital agar dapat diakses oleh seluruh tunanetra dimanapun.

Sebagai relawan, Anda dapat ikut berkontribusi semudah membaca, merekam, dan mengunggahnya ke situs relawanbaca.org. Anda dapat melakukannya dimanapun dan kapanpun tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan menjadi relawan, Anda ikut menciptakan generasi cerdas tunanetra yang haus ilmu pengetahuan dan bahan bacaan umum.

Kemajuan teknologi informasi membuka banyak peluang atas keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Kemampuan untuk membaca yang dahulunya hanya terbatas pada huruf braille, kini semakin luas dengan adanya audiobook dan e-book. Kehadiran alat-alat bantu seperti komputer bicara, digital audio recording, atau smart phone dengan program pembaca layar, membantu tunanetra mengakses bahan bacaan.

Namun, bahan bacaan yang aksesibel bagi tunanetra tersebut masih sulit didapatkan di Indonesia. Audiobook atau e-book belum menjadi produk alternatif bahan bacaan yang dianggap penting oleh produsen-produsen buku. Para tunanetra, terutama mereka yang masih pelajar dan mahasiswa, harus melakukan usaha ekstra untuk meminta bantuan pada orang awas agar membacakan buku, atau editing naskah hasil scanning.

Masalah timbul karena belum banyak orang yang punya kesadaran untuk membantu teman-teman tunanetra untuk akses bahan bacaan. Beberapa faktor di antaranya karena kurangnya informasi yang menyebabkan persoalan ini tidak diketahui masyarakat secara meluas. Masyarakat sejauh ini hanya tahu bahwa tunanetra membaca huruf braille dan tak ada yang dapat dilakukan selain bergantung pada pemerintah.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah gerakan sosial membangkitkan kesadaran masyarakat untuk ikut partisipasi dalam konversi bahan bacaan bagi tunanetra yang aksesibel. Perlu adanya empati yang berasal dari kegiatan sesederhana membaca. Masyarakat perlu sadar bahwa ketika mereka membaca buku, tidak hanya untuk diri mereka, melainkan dapat melakukannya pula untuk teman-teman tunanetra.

Empat Langkah Mudah Jadi Relawan Baca

Berbuat kebaikan ternyata tak sulit. Cukup ikuti empat langkah berikut untuk menjadi Relawan Baca.

  1. Cari Bacaanmu
    Cari bacaan yang kamu suka. Bisa berupa artikel, postingan blog mu, tips dan trik, tutorial, motivasi, pengetahuan, biografi, cerita, dongeng, legenda. Kamu dapat juga merekam kegiatan bercerita seperti mendongeng atau story telling.
  2. Rekam Suaramu
    Sambil membaca bacaan yang kamu pilih, rekamlah suaramu. Kamu bisa merekam dengan menggunakan perekam suara dari komputer, laptop, mp3 player, handphone, atau gadget lain yang bisa menggantinya.
  3. Unggah Karyamu
    Unggah audiobooks yang telah kamu buat (mp3/wav/wma) ke server Kartunet.com. Jika kapasitas file besar, kamu dapat memotong rekamanmu ke dalam beberapa bagian dan diberi urutan yang jelas ketika proses unggah (upload). Lantas, sisipkan tautan unduh (download) dari file tersebut dalam postingan yang kamu buat setelah login. Pilih kategori “Audiobook” dan isi kolom Tag dengan keyword yang menjadi topic dari isi audiobook.
  4. Ajak temanmu
    Semakin banyak audiobooks yang dihasilkan, semakin membantu para penyandang tunanetra untuk mendapatkan pengetahuan lebih. Ajak orang-orang terdekatmu untuk ikut serta dalam pembuatan audiobooks ini. Sebarkan via Twitter, Facebook, dan jejaring sosial lain, atau persuasi secara langsung.