Sang Perobek Merah Putih
Pada gemuruh setengah abad silam,
enam puluh tiga tahun masa itu,
berkibar sangsaka ,
yang di rajut dengan pucuk-pucuk ilalang kering, dan berdarah
menetes di pusara pejuang,
hingga mengering di nisan berlumut
lalu terpampang kemenangan ‘’untuk putra-putri negri’’
Pada gemuruh saat berpacu reformasi kini
ada tawa yang sudah mati
di tikam
di patahkan
lalu di injak dalam debu basah berbau anyir
Sayu sebuah makna
hingga hitam gerimis pun menghalang merah putih
merentang bebas di udara
untuk menyapa bocah-bocah di pesisir
yang haus akan kemerdekaan negri ini
‘’mereka tak tau abjad-abjad yang tertulis di kaki burung garuda’’
Masih dalam abad kemerdekaan ini,
Ku baca tulisan yang di ukir dengan ujung bambu runcing
‘’ sudah mati marwah pahlawan ‘’
Yang berpicu di kursi panas Negara ini
dan menikam jelata dengan ramah tapi fitnah
Dalam kemerdekaan ini
salam untuk negri ,
tapi aku menangis,
merah putih sudah di koyak
nyaris robek
oleh sang penjamah
oleh sang patriotis yang luka
oleh penguasa yang buta.
- 457 reads


- PDF version






Post new comment