SEBAB DISKRIMINASI TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DARI ASPEK SOSIAL
Hallo karman/karmin di seluruh pelosok dunia. Saya baru saja menemukan suatu artikel yang dapat mengungkap kenapa penyandang disabilitas selama ini sering disalah artikan oleh banyak orang, khususnya dalam aspek social.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa penyandang disabilitas di negri ini seolah-olah dianggap sebagai manusia kelas dua yang tidak dapat diperhitungkan keberadaannya. Bila keberadaanya saja tidak dapat diperhitungkan, apalagi ketika mereka angkat bicara yang semata-mata menunjukkan sikap protesnya terhadap suatu pelayanan public. Kalau tidak diexpos di media, mungkin saja permasalahan yang ada akan terus berlarut-larut.
Untuk itu perlu ada pemahaman yang diluruskan di dalam masyarakat, semoga saja media online kartunet yang selalu melakukan pewartaan dan sosialisasi tentang isu-isu disabilitas dapat merubah paradigma yang salah tersebut secara efektif.
Social model memahami disabilitas bukan sebagai dampak langsung dari kerusakan (impairment) melainkan sebagai akibat dari kegagalan masyarakat untuk mengakomodir kebutuhan individu yang mengalami impairment (mclean dan Williamson, 2007). Pandangan ini muncul akibat adanya berbagai pendapat yang membedakan antara kerusakan fisik (physical impairment) dengan disabilitas, di mana kerusakan fisik dipandang sebagai kehilangan atau kerusakan organ tubuh, sedangkan disabilitas merupakan terbatasnya aktivitas karena lingkungan sosial kurang atau tidak melibatkan individu yang mengalami kerusakan fisik, sehingga mereka tidak berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Berbeda dengan medical model yang mengutamakan disabilitas sebagai urusan individu yang bersangkutan, social model memandang disabilitas sebagai masalah sosial. Individu dengan disabilitas dipandang sebagai individu yang dirugikan oleh keadaan sosial dan lingkungan yang membatasi mereka, seperti bangunan-bangunan dan alat transportasi yang tidak accessible bagi mereka, sikap diskriminatif dan stereotip yang negatif. Akibat perkembangan social model ini, muncul berbagai upaya yang bertujuan untuk melibatkan penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Nah gimana karman/karmin, apakah sudah cukup paham dengan sebab utama terjadinya diskriminasi di dalam masyarakat. Menurut saya pribadi sepertinya kita harus merubah pola fikir orang-orang di sekitar kita bila bertemu dengan para penyandang disabilitas di jalan, terminal, stasiun dll.
Salam Akselerasi!
Ditulis oleh : Maria Wirastari
Saya tidak pernah peduli akan diistilahkan apa untuk penyandang cacat ini, apakah difabel, atau disabilitas, atau apapun, hanya saja yang saya tahu istilah-istilah itu tidak penting pada dasarnya, karena yang penting adalah sejauh mana kita mampu membawa diri dalam masyarakat. Istilah hanya dipaki untuk perjuangan namun sekarang menjadi perdebatan dalam wilayah penyandang cacat sendiri. Diakui atau tidak kita tidak mungkin melakukan sesuatu sama dengan orang normal, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menghasilkan hal yang sama. Contohnya saja saat kita menggunakan komputer yang orang normal pakai, kita butuh pembaca layar. Itulah salah satu hal yang mau tidak mau harus kita akui sebagai perbedaan. Maka teman yang menggunakan istilah difabel barang kali punya vikiran semacam ini. Saran barang kali, jika memang kita akan berjuang untuk teman senasip, janganlah perbedaan istilah membuat kita terpecah dan akhirnya akan menjadi batu sandungan dalam rangka mencapai cita-cita.
Mengenai istilah apakah itu divabel, disabilitas, penyandang cacat, maupun kalau dalam ranah pendidikan disebut ABK sepertinya tidak akan berdampak apapun dalam rangka sosialisasi keberadaan kita. Hanya saja barang kali istilah-istilah ini muncul dari tokoh yang memperjuangkan. Hanya sayang sekali kadang kita lebih sibuk memperdebatkan istilah-istilah itu yang tentu saja akan merenggangkan persatuan antara kita padahal sangat penting. Saya tidak begitu tahu dari mana istilah-istilah itu muncul, tapi kalau saling menyalahkan misalnya istilah divabel diartikan sebagai perbedaan kemampuan, saya vikir salah juga jika kita menyalahkan istilah tersebut. Bagaimanapun dari pencibtaannya manusia memang berbeda-beda, dan tidak ada satupun yang sama agar bisa kerja sama. Bagi pengusung istilah disabilitas walau menurut versinya baik saya vikir juga tetap tidak harus menafikkan perbedaan, sebap antara kaum disabilitas, divabel, atau apapun namanya tetap saja punya cara yang berbeda dengan yang ditempuh orang normal, tapi tetap dengan tujuan yang sama. Oleh karenanya saya punya usul agar teman-teman yang aktif dalam memperjuangkan kaum kita ini, janganlah terlalu mengunggulkan istilah yang akhirnya akan meretakkan persatuan antara kita sendiri yang akhirnya akan menjadi hambatan dalam perjuangan kita. Yang lebih penting lagi diingat bahwa, kalau sampai perdebatkan kita ini akan ketahuan oleh masyarakat luas tentu saja akan memunculkan kesan bahwa kaum kita ini sangat sensitif.
Jika masyarakat mengetahui makna dari kata disabilitas tidak sebatas makna harfiahnya saja, tentu tak ada yang tega untuk menyebut dengan istilah difabel. Difabel mengacu pada orang yang dianggap memiliki kemampuan beda. Jadi orangnya yang seakan-akan "dipersalahkan" karena memiliki kelainan fisik jadi tak bisa melakukan hal yang sama dengan rekan2nya yang normal. Sedangkan disabilitas mengacu pada lingkungan sosial yang tidak memberikannya akses yang sesuai untuk melakukan fungsi2 yang layak. Mengapa disebut penyandang disabilitas penglihatan misalnya. itu karena aktivitas yang seharusnya dilakukan dengan fungsi penglihatan sempurna jadi terganggu karena masyarakat yang tidak mampu memperlakukannya dengan sesuai kemampuan penglihtannya yang terbatas atau hilang.
diakui atau tidak, diterima ataupun ditolak, pada kenyataannya para disable jg adalah bagian dari masyarakat. Jika didukung, diberi kesempatan mendptkan pendidikan, ketrampilan dan pekerjaan menurut minat dan bakatnya pastilah akan menghasilkan karya2 yg luar biasa.
Post new comment
Tulisan Terkait
- THE MEDICAL AND THE SOCIAL OF DISABILITY
- THE MEDICAL MODEL OF DISABILITY
- MODELS OF DISABILITY
- DEFINISI DISABILITAS
- JENIS-JENIS DISABILITAS FISIK
- JENIS-JENIS PENYANDANG DISABILITAS
- MEMANDANG KEBERADAAN PENYANDANG DISABILITAS DALAM MASYARAKAT
- ISU-ISU PENDIDIKAN DALAM KEHIDUPAN DISABILITAS
- PROBLEMATIKA DUNIA KERJA DALAM KEHIDUPAN DISABILITAS
- pionir revolusi paradigma tentang disabilitas di Indonesia





