TIPS MENAMBAH WAWASAN
TIPS MENAMBAH WAWASAN
Oleh: Tanenji
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa kata wawasan berasal dari wawas yang diambil dari Bahasa Jawa. Mewawas artinya meneliti; meninjau; memandang; dan mengamati. Sedangkan kata wawasan mempunyai arti (1) hasil mewawas; tinjauan; pandangan; (2) konsepsi cara pandang. Sebagi contoh kata wawasam nasional berarti cara pandang suatu bangsa dl hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta dl hubungan antarnegara yang merupakan hasil perenungan filsafat tentang diri dan lingkungannya dengan memperhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya serta memanfaatkan konstelasi geografis guna menciptakan dorongan dan rangsangan dl usaha mencapai tujuan nasional. Contoh lainnya adalah kata wawasan nusantara berarti pandangan atau anggapan bahwa nusantara adalah kepulauan yg merupakan suatu kesatuan, termasuk semua laut dan selatnya, sedangkan wawasan sosial merupakan kemampuan untuk memahami cara-cara menyesuaikan diri atau menempatkan diri dl lingkungan sosial
Seseorang apapun peran dan aktifitas yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari tentunya tidak ada salahnya untuk tetap menambah pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya dan usaha meningkatkan kapasitas diri dalam proses pengembangan potensi dan talenta yang terpendam. Karena bagaimanapun tetap akan berujung dengan berbagai manfaat yang akan diperolehnya baik secara sadar atau tidak disadari.
Sehubungan dengan hal tersebut, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin cocok dan dapat dilakukan oleh para pembaca semuanya.
Pertama, mencari dan mempunyai banyak teman. Make a friend! Hindari naluri rombongan. Maksudnya adalah seseorang biasanya malas melakukan sesuatu hal apabila tidak ada seseorang yang menemaninya. Sebagai contoh: ingin pergi ke perpustakaan tetapi rasanya malas karena tidak ada teman yang mau diajak. Nah, inilah yang disebut sebagai naluri rombongan. Maunya segala sesuatu harus dilakukan dengan rombongan. Seandainya tidak ada teman, mengapa tidak berusaha cari teman baru di perpustakaan? Gunakan rumus simpati. Demikian kata Pak Tubagus Wahyudi.
Kedua, membaca beragam jenis buku. Buku-buku yang mesti dan wajib dibaca adalah buku yang sesuai dengan core keilmuan/bidang pekerjaan yang digeluti. Setelah itu bacalah buku-buku yang membicarakan tentang kecenderungan hobi dan minat yang akan ditekuninya. Buku-buku tentang segala hal yang tidak disukai juga harus mendapatkan perhatian untuk dibaca, karena suatu saat justeru diperlukan dalam kehidupan seseorang.
Ketiga, aktif dalam berbagai organisasi, baik sosial kemasyarakatan, olahraga, hobi, kumpulan profesi, pendidikan , dll. Terjun dalam organisasi ini baik yang orientasinya profit maupun non-profit.
Keempat, banyak berdiskusi. Ciptakan kesempatan untuk menuangkan ide dan sharing pendapat tentang segala sesuatu apapun juga. Era sekarang sangat memungkinkan seseorang melakukan hal ini. Teknologi informasi dan komunikasi telah mempermudah seseorang untuk dapat berbagi ide dan saran. Forum jejaring sosial di dunia maya seperti blog, facebook, twitter, dll. dapat dioptimalkan manfaatnya tidak hanya sekedar untuk mengungkapkan perasaan yang sangat pribadi mirip buku harian hehe.
Kelima, banyak bertanya kepada sang maestronya, pakar, atau literatur yang mempunyai kedudukan otoritatif pada suatu bidang ilmu. Ingatlah, pertanyaan yang paling bodoh adalah pertanyaan yang tidak pernah diungkapkan. Malu bertanya sesat di perpustakaan hehehe... Kalimat yang terakhir adalah sebuah tulisan yang terpampang di perpustakaan utama IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta medio 1990-an.
Keenam, jalinlah silaturahmi. Kata sebuah hadis, hal ini akan memperbanyak rejeki, memperpanjang umur. Dan saya yakin akan menambah atau memperluas wawasan seseorang sebagai salah satu manfaat bersilaturahmi.
Ketujuh, jalan-jalan. Tentunya field trip yang dipersiapkan semuanya sedemikian rupa. Iya enggak?
Kedepalan, nonton film, tapi yang bagus dan bermutu tentunya. Film-film dengan tema drama kehidupan yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan dan saintifik banyak digarap para penggiat dunia perfilman baik dalam maupun luar negeri.
Kesembilan, diam. Maksudnya adalah sempatkan waktu untuk refleksi diri ---maaf bukan pijat refleksi ya hehehe...--- Melakukan jeda atau meditasi dan reframing memungkinkan seseorang membuat jarak antara aku dan kesadarannya. Ego, kata Sigmund Freud si tokoh psikoanalisa.
Kesepuluh, mendengarkan orang curhat, mendongeng, atau bercerita. Saya yakin para pembaca mengetahui tentang pentingnya menjadi tempat orang curhat, karena bagaimanapun akan terungkap segudang fakta dan peristiwa yang terungkap. Dan tentunya bagi kita dapat melakukan pengolahan rasa sehingga bertemu dengan solusi yang akan kita berikan sebagai jawaban atas persoalan yang dicurhatkan.
Kesebelas, membaca novel. Sama dengan menonton film, harus yang bagus dan bermutu juga.
Keduabelas, keluar dari zona kenyamanan (comfort zone). Penjelasannya nanti ya... Edisi berikutnya.
Ketigabelas, mempraktikkan banyak hal yang positif. Practice makes perfect.
Keempatbelas, menulis. Tulislah apa yang Anda rasakan, ketahui, dan kerjakan. Demikian JK Rowling memberi saran. Hari gene seseorang bisa mengungkapkan ide-ide brialiannya menjadi tulisan yang dapat diterbitkan secara instan melalui hobi ber-FB ria, nge-net, atau nge-blog.
Wallahu a'lam.
Mantab mas, Mudah2an dg tips2 ini bisa betul2 menambah wawasan kita sebagai generasi muda
"Tuntutlah Ilmu dari buaian sampai ke liang lahat"
Post new comment
Tulisan Terkait
- Menulis Resensi Buku
- APAKAH DIAM ITU SELALU SAMA DENGAN EMAS?
- TIPS KEAMANAN ONLINE UNTUK ORANG TUA DAN ANAK
- BERBAGAI MASALAH DAN SOLUSI BAGI ANAK TUNAGRAHITA
- Cara Mendisiplinkan Diri Demi Karier Kepenulisan
- Cara Download Buku dari Google Books
- DAMPAK POSITIF ADANYA MASYARAKAT INKLUSI
- PENTINGNYA KEBERADAAN MASYARAKAT INKLUSI
- ORANG TUA, GURU DAN MASYARAKAT SANGAT BERPERAN PENTING DALAM MASYARAKAT INKLUSI
- MOTIVASI: Kunci Keberhasilan




