Media komunitas Kartunet menjadi besar karena para penulis dengan latar belakang bervariasi yang secara rutin berkontribusi di dalamnya. Berikut adalah sekilas data para kontributor, klik pada nama untuk tahu riwayat kepenulisannya.

  1. Dimas Muharam. Dimas adalah pemimpin redaksi Kartunet. Lulusan Sastra Inggris Universitas Indonesia ini memiliki perhatian pada isu disabilitas, politik, sosial, pendidikan, aksesibilitas, dan teknologi informasi. Korespodensi dengan beliau dapat ditujukan ke alamat email [email protected]
  2. M. Ikhwan Tariqo. Riqo menjadi editor yang fokus pada perihal teknologi aksesibel. Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia ini sudah banyak menulis artikel teknologi berupa review dan tips & trick. Kontak beliau ke alamat email [email protected]
  3. Muhammad Yesa. Yesa editor yang punya perhatian pada isu disabilitas dari hasil interaksinya dengan komunitas tersebut. Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Indonesia ini banyak menulis review film dan buku yang mengangkat isu disabilitas. Analisa yang cukup tajam dituangkannya pula dalam beberapa opini. Kontak via email ke [email protected]
  4. Hadianti Ramadhani. Dhani berposisi sebagai editor dengan perhatian pada pembuatan artikel feature dan wawancara. Lulusan Sastra Jepang Universitas Padjajaran ini dikenal dengan artikelnya yang inspiratif dengan sentuhan sastra yang dalam. Beberapa tokoh sudah dia wawancara dan disajikan dalam tulisan-tulisan yang menggugah hati nurani dan membuka fikiran. Kontak via email ke [email protected]
  5. Hendro Utomo. Hendro punya pengalaman bertahun di jurnalistik. Fokusnya pada Life Style, Beauty, Career, Housekeeping, kuliner, fashion, dan lain-lain.
  6. Lisfatul Fatina. Lisfa banyak menulis tentang dunia pendidikan inklusif. Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Jakarta ini punya pemahaman dan kepedulian yang mendalam pada isu disabilitas, khususnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
  7. Danu Dwianggara. Danu menulis artikel yang berhubungan dengan pendidikan inklusif. Latar belakang sebagai mahasiswa Pendidikan Luar Biasa di Universitas Islam Nusantara, Bandung, membuatnya cukup paham dengan penyandang disabilitas dan mampu menulis kiat-kiat ketika interaksi dengan mereka.
  8. Irfan Priadi. Irfan punya bakat yang mengagumkan di bidang musik, seni, dan olahraga. Beberapa tulisannya mengenai musik dan analisa di bidang olahraga sudah diterbitkan.
  9. Kardono. Kardono sangat berbakat di bidang sastra baik prosa atau puisi. Cerpen miliknya sudah mengisi rubrik Sastra. Selain itu, dia juga cukup kritis ketika berpendapat dalam esai opini.
  10. Eko Hartono. Eko cukup berpengalaman di bidang tulis menulis sastra. Gaya tulisannya menarik dan mengalir serta tajam ketika mengangkat isu disabilitas dalam ceritanya.
  11. Wijaya. Wi memiliki minat di bidang sastra dan teknologi informasi. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Jakarta ini banyak menulis cerita bersambung, cerpen, dan artikel tekno.
  12. Rafik Akbar. Rafik berpengalaman dalam isu disabilitas dan menuliskannya dalam beberapa artikel. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Jakarta ini juga punya minat di sastra fiksi.
  13. Maria Wirastari. Mahasiswi S2 Psikologi di Unika Atmajaya Jakarta ini berminat di bidang Psikologi Pendidikan dan Anak Berkebutuhan Khusus. Minat Maria tersebut dituangkan dalam beberapa artikel konseling.
  14. Senna Rusli. Senna sangat berbakat dalam penulisan prosa fiksi seperti cerpen dan esai. Meski masih berstatus siswa kelas XII di SMAN 66 Jakarta, tulisan yang dihasilkan cukup baik dan kritis.
  15. Putri I Priyatna. Isti, mahasiswi Psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta, punya minat pada dunia anak berkebutuhan khusus dan sastra. Penggemar film-film Korea ini menuangkan bakatnya dalam prosa cerita bersambung dan membuat resensi.
  16. Herisma Yanti. Risma berpengalaman menulis dari hasil belajarnya di Forum Lingkar Pena. Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Jakarta ini berbakat dalam penulisan jurnalistik, sastra, dan resensi.
  17. Andira Pramatyasari. Dira punya pengalaman dalam jurnalistik kampus. Lulusan Ilmu Hukum Universitas Indonesia ini ikut kontribusi dalam membuat reportase beberapa event di Kartunet.com
  18. Aris Yohanes. Aris sangat berpengalaman dalam utak-atik teknologi aksesibel. Beberapa penemuannya dituangkan dalam artikel tutorial.
  19. Ananda P Laras. Hasil studi di jurusan jurnalistik Institut Ilmu sosial dan Ilmu Politik Jakarta, membuat Laras jadi jurnalis yang handal. Beberapa reportase tulisannya sudah diterbitkan.
  20. Pratama Siwiaji. Dalam karir jurnalistiknya, Aji punya perhatian pada isu disabilitas dan aksesibilitas publik. Mahasiswa Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta ini beberapa kali menerbitkan tulisannya terkait dua isu tersebut.
  21. Sabilul Maarifah. Ifa, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, tertarik dengan perihal aksesibilitas transportasi publik di Jakarta.
  22. Ekka P Taufanty. Ekka mahasiswi jurusan Bahasa Inggris di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Penulis asal Brebes ini punya bakat di bidang sastra dan sesekali menulis reportase kegiatan.
  23. Reza Putra. Reza, mahasiswa jurusan Jurnalistik di Universitas Islam Negeri Jakarta. Handal membuat reportase kegiatan dan perihal aksesibilitas.
  24. N Syarif Ramadhan. Syarif, mahasiswa di Universitas Negeri Makassar. Memiliki bakat menulis sastra dan esai tentang fenomena sekitar.
  25. Zulkifli Jakaria. Zulkifli, pegawai negeri di Balai penerbitan Braille Indonesia, Kementrian Sosial RI, Bandung. Memiliki analisa yang tajam dalam esai-esai perihal isu disabilitas yang ditulisnya.
  26. Erma Watihaedah. Perempuan asal DKI Jakarta yang memiliki perhatian pada isu disabilitas.
  27. Sujono Sa’id. Sujono, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur, Makassar. Memiliki kepekaan pada isu disabilitas yang dituangkan dalam esai-esainya.
  28. Satrio Budi Utomo. Satrio, penulis berbakat baik sastra atau esai asal DKI Jakarta yang sehari-hari menjadi pengajar bimbel.
  29. Yusron Hafiz. Yusron adalah pengajar di SLB Negeri II Indramayu. Memiliki kepekaan pada isu disabilitas yang nampak pada esai-esainya.
  30. Neni Siti Nuraini. Nensi, lulusan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Memiliki bakat di bidang penulisan prosa dan puisi.
  31. Muhammad Firman. Firman, alumni Universitas 45 Makassar, memiliki minat di bidang komputer dan teknologi informasi aksesibel.
  32. Fakhry Muhammad. Ary, mahasiswa Sastra Jerman Universitas Indonesia, hobi mempelajari teknologi informasi aksesibel.
  33. Ade Ismail. Ade, alumni Universitas Negeri Jakarta, gemar menulis sastra khususnya cerpen absurd.
  34. Chrysanova Dewi. Chrysanova, dara asal Subang, Jawa Barat, berbakat dalam penulisan karya fiksi, terutama cerpen dan cerita bersambung.
  35. Risya R N Qur’ani. Risya, penulis asal kota Makassar yang sangat berbakat menulis cerpen dan puisi.
  36. Yesi Nur Esti. Penulis asal Cianjur, hobi menulis fiksi dan sudah menulis novel berjudul Cinta pada Pendengaran Pertama.
  37. Jantan Putra Bangsa. Seorang prosais yang juga mahasiswa Ilmu Filsafat Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.