Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Bocah Penjaja Koran

Bocah itu kakinya buntung
Tapi katanya ia masih beruntung
Sebab ia kasihan melihat banyak temannya
Tak bisa ikut menjajakan koran di jalanan.

Setiap pagi ia membangunkan matahari
Supaya jangan lupa menyeduh kopi
Menikmati kabar pagi bukan dari televisi.
Ia menyusuri trotoar hingga tertahan
Di pembatas jalan, di lampu merah
Yang kerap memerah keringatnya selama seharian.
Di sinilah seluruh korannya
Nantinya memuat informasi basi bagi masyarakat.
Sebab mereka tak seperti matahari
Yang punya iba dan haus informasi.

Bocah itu beranjak oleh senja yang di mata.
Terhuyung oleh mendung di langit,
Berlari menuju masjid
Tempatnya mengadukan hasil
Yang tak seberapa pada Tuhannya.
Entah, suara angin tiba-tiba menjerit dari langit
Memaksa orang-orang menghampirinya
Bukan untuk membeli koran
Melainkan untuk menyaksikan darah
Yang tengah mengapar di trotoar.

Dan bocah yang kakinya buntung itu
Masih saja merasa beruntung,
Sebab masih ada orang yang mau bertanggung jawab
Atas perawatan tangannya.
Sedang orang-orang beramai membeli koran
Sebab mabuk, mobil dinas tabrak bocah

Dan sejak saat itu pula matahari malas membaca berita.

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga
Tags:
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *