Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Dongeng Gemericik Suara Hati (13)

Apaaaa….!
Dalam diam…..
Sunyi……
Menorehkan sesuatu…..
Ah……
Guna….guna….
Pertengahan? Asik juga….
Tapi…..
Saat berjalan-jalan, ada yang ngoceh sendiri, wah, seperti Tingit nih, asyiiiik ada temennya, aku ternyata kagak sendirian bro. Wih, gila…..kalah…..bahasanya….kereeen…..
Kupu-kupu putih
Ada seekor kupu-kupu putih yang Mara dapati di sebelahnya saat terbangun saat ia tidur dalam posisi miring kiri, satu sayapnya ke hidungnya persis, dan satu sayapnya lagi menghadap ke atas. Mara merasa itu adalah kekasihnya yang sangatlah dicintainya dulu yang bernama Ten sebelum menikahi suaminya sekarang yang bernama no.
Ten sampai berganti keyakinan, namun mati dengan keyakinan yang berbeda, dan kelitan saat akan memejamkan mata dengan ekspresi marah pada mukanya, namun Mara membisikkan perkataan “Bahwasannya aku udah mengikhlaskan kepergianmu, maafkan aku”, sembari mencium bibirnya.
Suatu hari, Mara menemukan kupu-kupu putih itu lagi, ia berkata dalam hati “Kalau itu memang benar kamu Ten, maka kamu berhenti dan diam disana (sambil menunjuk), namun, bila itu bukan kamu, maka kamu pergilah dan hilanglah untuk selamanya”, kemudian kupu-kupu itupun berhenti.
Mara dalam perkataan yang tulis oleh hantu “Berarti itu betul Ten, karena kupu-kupu putih yang berwarna putih seperti cat itu benar-benar diam saat diminta untuk diam, dan anehnya saat saya sedang bersusah hati, saya menulis curahan hati melalui perkemen kertas dan kupu-kupu itu selalu muncul.
Setelah diusir dari Istana, dan dan suami entah kemana, lah masa bodohlah, kepintaran memang gitu sih bro. Tingit mencari sekolahan yang menyadiakan makanan dan minuman gratisan.

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *