Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Kereta untuk Semua?

,Jakarta – Kereta adalah salah satu transportasi umum di Indonesia yang cukup diminati oleh masyarakat Indonesia, terutama yang bermukim di Jabodetabek. Jumlahnya yang cukup banyak, kemudahan akses ke banyak wilayah dan kenyamanan serta harga tiket yang tergolong murah, menjadikan kereta alternatif berkendara umum yang cukup besar jumlah penggunanya. Sayangnya, keberadaan kereta belum dapat dikatakan mendukung aktivitas kaum disabilitas yang membutuhkan beberapa fasilitas lebih untuk menunjang kegiatan mereka. Padahal transjakarta sudah mulai bergerak membangun sarana untuk tunanetra.

 

Beberapa waktu lalu redaksi kartunet.com menyambangi Gatot Nursetyadi, Kepala Stasiun Depok Baru untuk berbincang-bincang mengenai hal ini. Menurut pria 35 tahun ini, dirinya sebagai kepala salah satu stasiun sejauh ini belum mendengar adanya rencana pembangunan fasilitas bagi kaum disabilitas baik dari PT. KAI maupun Departemen Perhubungan. Selain karena mahalnya biaya pembangunan sarana dan fasilitas bagi kaum disabilitas, pihak PT. KAI masih lebih memfokuskan untuk mengembangkan fasilitas secara umum.

 

“Kami sebagai petugas di salah satu stasiun hanya melaksanakan tugas yang datang dan saat ini belum pernah dengar adanya rencana pembangunan fasilitas yang lebih khusus”, jelas Gatot.

 

Di sebagian stasiun di Jabodetabek sebenarnya telah ada beberapa sarana dan fasilitas yang disesuaikan bagi kaum disabilitas, terutama pengguna kursi roda. Misalnya, di stasiun Sudirman dan Manggarai yang menyediakan kursi roda gratis, lift serta luas jalan yang lebar agar dapat dilalui pengguna kursi roda dengan nyaman. Serta fasilitas seperti informasi tertulis stasiun pemberhentian pada monitor di atas pintu kereta bagi penyandang tunarungu. Namun masih minus sarana untuk tunanetra.

 

Di stasiun Depok Baru sendiri, optimalisasi pelayanan oleh petugas adalah satu-satunya fasilitas yang sampai saat ini ada. Petugas akan bersikap loyal kepada para penyandang disabilitas dengan mengawal dan menemaninya mulai dari depan stasiun hingga mencapai kereta.

 

“Bahkan bila diperlukan kami mengantarnya sampai naik angkot, becak atau taksi. Kadang ada petugas yang mengantar dia sampai ke depan ITC Depok”, papar pria yang telah 15 tahun bergabung dengan PT. KAI.

 

Berdasarkan keterangan yang redaksi kartunet.com peroleh dari Gatot Nursetyadi, ternyata banyak kaum disabilitas yang kerap bepergian sendiri. Tidak hanya tunanetra melainkan juga pengguna kursi roda. Pada saat seperti itu, petugas akan dengan sigap menolong bila dibutuhkan, meskipun memang hanya sebatas pengetahuan mereka karena tidak adanya informasi yang khusus disebarkan mengenai bagaimana cara membimbing kaum disabilitas yang benar, terutama tunanetra.

 

Prihal pembangunan sarana kaum disabilitas di stasiun Depok Baru, masih sedikit harapannya untuk direalisasikan. Banyak contoh krusial yang membutuhkan perhatian terkait fasilitas yang aksesibel di stasiun, seperti tidak aksesibelnya jalan yang harus dilalui penumpang kereta arah Bogor dari Stasiun Depok Baru karena harus melewati tangga dan tidak adanya ramp untuk pengguna kursi roda, tangga menuju pintu masuk stasiun yang sudah mulai retak sehingga akan menimbulkan kesulitan bagi tunanetra dan juga akses dari jalan raya ke dalam stasiun Depok Baru yang masih tergolong kurang layak.

 

“Untuk idealnya, biaya yang dibutuhkan mahal sekali, bisa mencapai 3 milyar untuk akses jalan dan lainnya”, ujarnya.

 

Hal-hal seperti permintaan pembangunan fasilitas ini tentunya dapat diusulkan kepada pihak PT. KAI atau stasiun terdekat agar bisa diprioritaskan. Namun informasi yang diperoleh dari pria yang sebelumnya bertugas di bagian rencana evaluasi konseptor grafik perjalanan kereta ini, di stasiun Depok Baru sendiri sejauh ini belum pernah ada keluhan, permasalahan atau saran terkait disabilitas dan fasilitas yang perlu disediakan bagi mereka. (Ifa)

Mengenal Sabilul Maarifah

Volunteering reporter di Kartunet.com

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *