Categories: KARFIKSI

Lukisan Jari

Genap sewindu mengenalmu
Bertumpuk surat, beratus perangko
Suaramu renyah di lembar kertas
Tawamu mengalir pada tinta biru

Aku berani menebak
Kau pasti gadis serupa bola bekel
Mainanmu tempo dulu
Tak sabar segera menemuimu

Matahari di atas topi hitam
Aku berdiri tepat di depan pintu museum
Namamu terpampang di papan putih
Seorang wanita muda menyuruhku menunggu, “Kau kah itu?”

Wanita di depanku bercerita
Kau pemilik bangunan ratusan lukisan
Lentik jarimu menari indah di tembok
Kagumku memenuhi ruangan

Wanita muda itu berlalu memanggilmu
Kulepaskan topi
Kuatur detak jantung
Suaramu merdu di belakang

“Selamat datang, maaf lama menunggu.”
Kuputar badan secepat kilat, dan
Serasa halilintar menyambar kesadaran
Mendapati kau berdiri, tanpa bola mata

Tri Nursanti

Share
Published by
Tri Nursanti
Tags: puisi

Recent Posts

KEMENANGAN

Kuterlahir di negri sang Garuda Sebagai putra Indonesia Ku disuguhi dengan segala Anugerah Anugerah dari…

2 minggu ago

Mudah Dipelajari! Kode Alternatif Dalam Membuat Konten

Kartuneters, pernah tidak, sih, mendengar kata Markdown? Pernah tidak, sih, Kartuneters, mencoba praktek menulis dengan…

2 minggu ago

siapa bilang? Tunanetra ngga bisa jadi YouTuber?

pernakah kalian menjumpai seorang disabilitas, terkhususnya tunanetra? Apa yang terlintas di dalam fikiran kalian tentang…

2 minggu ago

SISWA SLB DAN GURU PENYANDANG DISABILITAS PALING TERHAMBAT DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR

SLB adalah salah satu bidang pendidikan yang mendidik peserta didik namun fokus terhadap anak berkebutuhan…

2 minggu ago

AKU CINTA GURUKU

Puisi bentuk rasa cinta dan hormat murid pada gurunya. Baca Selengkapnya AKU CINTA GURUKU

2 minggu ago

Kembalinya Sang Istri

Suasana di daerah Kota Antapani Bandung pagi ini tampak lengang. Masyarakat di daerah itu masih…

3 minggu ago

This website uses cookies.