Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Masalah dan Solusi Anak Tunagrahita

Jakarta, Kartunet.com – Dilihat dari segi variabilitas serta kualitatif dan kuantitatif, anak tunagrahita ternyata mempunyai pengaruh cukup berarti dalam kehidupan mereka. Anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam daya kemampuan, sehingga banyak masalah muncul. Masalah yang mereka hadapi relatif berbeda. Walaupun demikian ada pula kesamaan masalah yang di rasakan oleh sekelompok dari mereka.


 


Masalah yang di hadapi anak tuna grahita meliputi konteks kehidupan dan pendidikan. Pertama, kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Anak tunagrahita seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari seperti makan, menggosok gigi, memakai baju, memasang sepatu, dan sebagainya. Kedua, kesulitan dalam belajar. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa mereka sudah tentu mengalami kesulitan belajar, terutama dalam bidang pengajaran akademik (misalnya matematika, IPA, bahasa). Ketiga, kesulitan dalam hal penyesuaian diri. Disadari bahwa kemampuan penyesuaian diri dengan lingkungan sangat di pengaruhi oleh tingkat kecerdasan anak tunagrahita. Dampaknya adalah adanya kecenderungan diisolir oleh lingkungannya, baik itu oleh masyarakat maupun keluarganya. Terakhir, terkait penyaluran tempat kerja. Secara empirik dapat dilihat bahwa kehidupan anak tunagrahita cenderung banyak bergantung pada orang lain, terutama keluarga (orangtua). Masalah kelima yaitu dalam hal pemanfaatan waktu luang. Wajar bagi anak tunagrahita dalam tingkah lakunya sering menampilkan pelaku nakal. Mereka bepotensi untuk menggangu ketenangan. 


 


     Diantara berbagai masalah yang terkait dengan tunagrahita, ada beberapa solusi yang bisa digunakan untuk perkembangan mereka. Solusi-solusi itu antara lain:


 


Kebutuhan dalam layanan pembelajaran


Anak-anak tunagrahita memiliki potensi dalam belajar dan erat kaitanya dengan berat-ringannya ketunagrahitaan. Kebutuhan khusus yang di maksud adalah kebutuhan layanan pengajaran. Mereka hanya membutuhkan tambahan pengertian dari guru dan teman-teman  nya untuk memahami sesuatu. Mereka membutuhkan layanan seperti: program stimulasi dan intervensi, bermain, okupasi, terapi bicara, dan kemampuan memelihara diri serta belajar akademik.


 


Kebutuhan akan penciptaan lingkungan belajar


Mereka membutuhkan lingkungan belajar yang tepat. Salah satunya adalah pengaturan tempat duduk yang disesuaikan kondisi anak-anak tunagrahita.


 


Kebutuhan dalam pengembangan kemampuan sosial dan emosi  


Dalam hal berinterkasi, anak tunagrahita membutuhkan hal-hal ini  untuk merasa menjadi bagian dari yang lain. Anak tunagrahita ingin dilindungi dari lingkungan sosial sehingga akan tercipta kenyamanan. Adanya simulasi atau rangsangan sosial dapat menghilangkan kebosananan dengan adanya simulsi mereka.


 


Kebutuhan dalam pengembangan kemampuan keterampilan


Ajarkan keterampilan bagi tunagrahita seperti kerajinan tangan. Biarkan mereka berusaha sendiri.melalui pengawasan pengajar. Tunagrhita memiliki kelebihan antara lain spontanitas yang wajar dan positif serta kecenderungan untuk merespon orang lain dengan baik, jujur dan hangat. Mereka juga memiliki kecendrungan sangat mempercayai porang lain. Beberapa keunggulan tunagrahita di atas akan membawa mereka pada hubungan yang baik di masyarakat.


Editor: Risma

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *