MENGATASI KETERBATASAN TANPA BATAS

MENGENANG DAN MERAYAKAN KEMERDEKAAN BUMI PERTIWI

Terakhir diperbaharui 5 bulan oleh Redaksi

17 Agustus 1945, tahun itulah dimana bangsa kita merdeka dari penjajah negri dan bangsa. Pada saat itu, pahlawan kita menyatakan merdeka dari jajahan Jepang dan Belanda, setelah sebelumnya para pahlawan kita berjuang dan berusaha mempertahankan tanah air tercinta. Sampai mereka berani berkorban harta, tenaga bahkan mempertaruhkan nyawa, hanya untuk kemerdekaan Indonesia.

Hingga kini kami putra putri negeri bisa menikmati indahnya tanah air tercinta, jika tak ada mereka yang telah berjuang memerdekakanr negri ini, mungkin kami sebagai anak negeri tak akan merasakan keindahan bumi pertiwi.

Namun berkat perjuangan dan tekat kalian kami sebagai anak negri bisa merasakannya, sehingga Pagi ini di pagi hari yang cerah, secerah hatiku, “eaa!” **, aku tengah bersiap-siap untuk merayakan hari yang sangat kunantikan.

Tepat pada hari itu tanggal 17 agustus, dimana aku, kamu dan dia akan merayakan kemerdekaan tanah air tercinta, dengan mengikuti perlombaan yang diadakan di sekolah, hehe…. Nggak nggak maksudnya kami, dan saat yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, tepat pukul 07.00 pagi kita pun berkumpul dilapangan, panitia lomba pun telah menyiapkan segalanya.

Ketika semuanya telah berkumpul, panitia pun membagi kelompok menjadi lima kelompok. Nah kebetulan aku kebagian kelompok tiga, dimana di situ ada aku, Abi, Abdul, Karin, Eko, Silfa dan Arumh. Kami pun menyimak dengan baik  peraturan di dalam setiap perlombaan itu. Perlombaan ini terdiri dari beberapa lomba seperti lomba goyang balon, lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang dan masih banyak lomba lainnya.

Baca juga:  Kemerdekaan di puncak Jaya

Lomba pertama satu kelompok diwakili oleh satu orang, dan kebetulan Arum yang mewakili kelompok tiga. Pertandingan pertama yaitu lomba makan kerupuk, dan masing masing peserta pun telah bersiap siap. Dan pada hitungan “satuuu, duaaa, tigaa!” perlombaan pun dimulai.

“Ayo! Ayo! Ayo! Ayooo! Ayooo!”

Aku dan teman teman menyemangati arum, namun sayang arum keluar bukan sebagai juaranya. Tapi tenang, karena lomba tarik tambang, kelompok kita juaranya!

“Horeeee!”

Kita pun bersorak gembira.

Dan perlombaan yang lainnya pun berjalan sangat seru, sampai-sampai kami pun lupa dengan waktu. Tanpa terasa, setelah mengikuti berbagai macam lomba dan akhirnya tiba perlombaan terakhir yakni goyang balon.

Ketika lomba goyang balon, yang mewakili kelompok kami pun ada aku dan Eko. Dalam hitungan

“Satuuu, duaaa, tigaa!”

Seketika pula musik dj pun diputar.

Kamipun mulai bergoyang.

“Asyiik.”

kata mc,

“Goyang ayo goyaaang, eee’ah eee’ah eee’ah eeee’ah!”

Dan lagi lagi tim kami yang menjadi juaranya.

“Yeeeeeee…”

Kami pun tertawa bahagia.

Dan setelah kami lelah karna mengikuti beberapa perlombaan tersebut, naaah sekarang tibalah pengumuman pemenang lomba. Yaa, ininih yang kutunggu. Tapi siapa ya yang jadi juaranya?”

Tes tes tes. Baik pengumuman juara lomba 17 agustus, ialaaah, kelompok berapaa ya?”

“Juaraa satu ialaah, selamat untuk kelompok satuuu.”

“Yeeeee!”

Semuanya memberikan tepuk tangan.

“Prok prok prok prok.”

“Dan juara 2, selamat kepada kelompok tiga.”

“Yeeeee!”

Kami pun berteriak sekencang-kencangnya.

Yes akhirnya dapat juara. Walau bukan juara pertama, tapi alhamdulillaah.

“Untuk juara ketiga ialaaah, selamat untuk kelompok empat.”

Kami pun bersorak, yuhuuu.

“Dan juara harapan 1 dan 2 selamat kepada kelompok 2 dan 5.”

“Selamat, selamat, selamat yaa!”

Baca juga:  Sang Penolong

Kuucapkan.

Dan kami pun saling mengucapkan Selamat. Seketika acara itupun ditutup, Kami pun membub    arkann diri.

Dan itulah cara kami mengenang dan merayakan hari kemerdekaan negara republik Indonesia.

Beri Pendapatmu di Sini