MENGATASI KETERBATASAN TANPA BATAS
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

NASI GORENG YANG HILANG

Aku sedang berkunjung ke panti pijat kawanku, dan di sana ada tiga orang kawan lainnya yang juga tunanetra. Kami memang sudah berjanji berkumpul di tempat tersebut hendak membicarakan sesuatu. 

Menjelang tengah malam, perut kami terasa lapar. Namun karena di tempat kawan kami itu tidak ada pedagang yang berjualan hingga tengah malam, maka kami berinisiatif untuk memasak nasi goreng. Kebetulan kawan yang kami inapi rumahnya itu masih memppunyai sisa nasi yang cukup banyak, sangat cukup untuk makan kami berlima.

Setelah nasi goreng matang, kami menjadi heran, karena nasi tersebut menjadi sedikit. Kami pun kebingungan dan menjadi takut kalau ada mahluk halus yang mengganggu. Apa lagi kawan yang tinggal di tempat itu menceritakan kalau di daerah situ memang sering terjadi peristiwa yang aneh. Dengan rasa takut dan heran, kami pun menyantap nasi goreng, yang seorang hanya kebagian seperempat piring saja.

Pagi hari, ketika kawanku sedang membersihkan dapur, ia sangat terkejut karena di atas meja dekat kompor hingga kebawah meja terdapat tumpukkan nasi yang berhamburan. Kemudian kami tahu bahwa nasi yang kami goreng bukanlah hilang dimakan setan tetapi jatuh ke meja dan lantai ketika nasi itu sedang digoreng, karena wajan penggorengan terlalu penuh dan orang yang menggoreng mengaduk terlalu bersemangat.

 

Editor: isti
penulis: Ade Ismail

Baca:  JIKA RASA BERKATA "LABIRIN"

Kartunet.com adalah media warga, seluruh konten berupa tulisan, foto, audio, atau video yang diterbikan melalui situs ini menjadi tanggung jawab penuh dari kontributor.

Tuliskan komentar Anda di sini. Semakin banyak Anda berkomentar, maka jadi input buat kami