Lihatlah bulan di atas sana,
Berkilau putih di atas kanopi yang rapat,
Sinarnya menimpa wajahmu yang indah,
Berpayung rambut perak yang memikat.
Kunyanyikan kidung untukmu, Dewa,
Karena aku adalah dewimu malam ini,
Dengarlah, wahai Dewaku!
Alunan rinduku yang memanggil namamu di setiap nada.
Oh, hatiku yang berdetak karenamu di pelukku,
Oh, tubuh indah yang kubingkai dalam tanganku,
Kukecup engkau sedalam kecupan laut pada karang,
Sedalam kanopi yang membungkus hutan.
Marilah, sayang!
Kau naungku, aku pijakmu.
Catatan: puisi ini menceritakan Elu Thingol dan Melian, antara seorang Elf Teleri dan seorang Maia.
