Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Siapa pendiri Kartunet?

Kartunet digagas oleh empat orang tunanetra:

  1. Irawan Mulyanto.
    Pria yang kerap disapa Iwa ini mengalami ketunanetraan pada usia dewasa sekitar tahun 2000. Meski jadi satu-satunya yang ia katakan “tidak bisa computer” di antara pendiri Kartunet lainnya, faktanya Iwa yang menjadi pemicu didirikannya Kartunet.com. Ia yang memiliki ide untuk menciptakan website yang dikelola bersama oleh para tunanetra muda yang kemudian dinamakan Karya Tunanetra alias Kartunet. Saat ini Iwa masih bekerja sebagai operator telepon di stasiun televisi Metro TV dan telah berkeluarga dengan dianugerahi seorang putra.
  2. Aris Yohanes
    Aris adalah salah satu pendiri Kartunet yang paling menggemari programming software. Ia yang selalu terdepan dalam eksperimen untuk mempelajari bahasa coding seperti PHP, JavaScript, C++, dll. Ia tunanetra sejak usia balita akan tetapi hal tersebut tidak menghalanginya mempelajari programming secara otodidak. Saat ini Aris sudah tidak aktif lagi di Kartunet dan membentuk kelompok sendiri yang focus pada pengembangan IT.
  3. Dimas Prasetyo Muharam
    Saat mendirikan Kartunet, Dimas sama dengan Aris masih duduk di bangku kelas XI di SMA 66 Jakarta. Alumni Sastra Inggris Universitas Indonesia yang saat ini menekuni profesi sebagai penerjemah lepas bergabung sebagai salah satu pendiri Kartunet dan punya minat lebih pada tulis-menulis, editing, dan juga teknologi. Peran awalnya ia menjadi editor di Kartunet.com yang menyaring dan mengelola konten di Kartunet.com. Pada 2011 Dimas berinisiatif untuk mengembangkan Kartunet agar tidak hanya sebatas website, akan tetapi jadi komunitas yang memiliki kegiatan rutin dan kontribusi bagi masyarakat.
  4. M Ikhwan Tariqo
    Pria yang biasa disapa Riqo ini adalah kakak kelas dari Aris dan Dimas pada SMA yang sama saat pendirian Kartunet. Dari pendiri Kartunet yang lainnya, Riqo yang masih memiliki sedikit sisa penglihatan atau Low Vision. Pada pengembangan awal Kartunet, pria asal Baturaja Sumatra Selatan ini berkontribusi untuk tampilan website. Akan tetapi kini hal tersebut sudah dapat diatasi dengan template yang tersedia dari CMS dan juga dukungan para volunteer yang menjadi pendukung Kartunet selama ini. Saat ini Riqo masih bekerja sebagai tele-marketer di Standard Charter Bank, dan bersama Dimas menjadi motor utama penggerak laju Kartunet hingga menjadi social enterprise.
Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.