Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Tips mengusir bau badan

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga

-dapat menggunakan ketumbar
-dapat menggunakan minyak akromatik yang saat ini dipergunakan menjadi metode terapi
-menjaga kebersihan tubuh
-makan secara teratur
-dapat menggunakan asam borat, formalin, alumunium klorida, jus lemon, yang semua bahan ini mempunyai fungsi sebagai antiseptik yang menststerilkan kulit tubuh dan mencegahnya menjadi tempat berkumpulnya bakteri pengolah keringat yang menyebabkan bau tidak sedap
-bisa menggunakan alum yang berperan sebagai antikeringat dan penghilang bau badan
-gunakan parfum sekadar untuk menambahkan bau yang lebih segar pada bagian tubuh tertentu

Selain diatas,
Ibnu Sina dalam buku al-Qanun fi al-Tibb (canon) dan Muhammad ibn Zakariya al-Razi (Razes) menyiapkan resep jitu untuk mengusir bu badan, mulai dari ketiak sampai kaki.

Untuk ketiak bisa dengan mengoleskan deodoran pada bagian tubuh untuk mencegah terjadinya pengolahan residu keringat oleh bakteri sehingga tidak timbul bau badan.

Mengatasi bau badan dengan bahan yang mampu mencegah keluarnya keringat berlebihan atau dikenal juga dengan antiperspiran yang bisa memblok pori-pori kulit sehingga tidak mengeluarkan keringat.

Untuk mewangikan badan, kita harus menutupi tubuh dengan daun pohon sipres dan minyak dari bunganya. Selanjutnya, makan kemukus (merica Jawa atau merica berekor) dan biji bunga cassia pada pagi hari sebelum makan papaun.

Razi memberi resep yang dipraktikkan seusai mandi. Badan harus diusap dengan daun timi yang dimasak, bunga butchers, mawar, marjoram, lumut, dan keringau (calamus).

Sementara itu, Ibn Sina menulis mengenai bubuk yang bisa mewangikan tubuh serta bermanfaat bagi orang yang mudah marah. Ia menganjurkan mandi dan makan teratur serta porsinya tertata, juga makan bahan yang bisa membuat wangi badan dan menghilangkan bau keringat, seperti kemukus, pohon casia, selederi, artichoke, dan asparagus, juga bahan lain yang bisa melancarkan buang air kecil dan memurnikan darah dari bau-bauan.

Ibn Sina juga menganjurkan mengasapi badan dengan air bunga butchers, alum, dan sirup bunga iris. Bahan itu bisa dijadikan obat gosok yang bisa ditambah dengan bahan yang bisa menutup pori-pori dan mencegah keluarnya keringat seperti timbal dibakar, seng, alum, dan lainnya.

Razi menyebut zat penghilang bau badan dan juga zat antikeringat seperti satu ons kayu manis, valerian India, dan zat yang bernama azzfar al-tibb yang berasal dari kerang-kerangan, ditambah 1/2 ons lumpur danau, butiran grafit, dan bedak, + 1 ons bunga artemisia judea dan bunga valerian Romawi, serta 3 ons safron dan mawar kering. Kemudian, bahan-bahan yang telah dikeringkan itu ditumbuk bersama air bunga butchers dan safron, lalu dilarutkan dalam sirup rehani.

Ibn al-Telmiz dalam bukunya yang berjudul Farmakologi Ibn al-Temiz dalam satu resep untuk mengatasi bau badan disebutkan bahan seperti ketumbar kering, tamanam rhus corariara (tanner’s sumach), dan beras yang dicuci dengan berat masing-masing sekitar 10 dirham. Semua bahan itu dimasak dengan 3 pon air (1,5 liter) hingga tersisa 1/3nya. Kemudian, larutan itu disaring dan tiga ons dari ramuan itu diminum tiap hari. Setelah itu, tubuh harus diusapi dengan perasan quince dan lumpur Armenia. Lalu, bunga butchers ditaburkan ke seluruh tubuh bersama dengan daun tamarisk dan sebu halus.

Ibn al-Telmiz juga meresepkan mengenai cara untuk mrnghilangkan keringat berlebihan. Pertama, tubuh dibersihkan dengan cairan mawar dan bunga butchers, kemudian air mawar diusapkan ke seluruh tubuh, lalu dikipasi. Orang yang mengalami keringat berlebihan harus tidur di tempat yang dipenuhi daun sanle, anggur, butchers, plum dan apel.

Sumber :
Khazanah Rerpublikas, Rabu, 9 Mei 2012 halaman 20.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *