Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Dongeng Gemericik Suara Hati (part 4)

Setiap hari, Tingit dihidangkan makanan terbaik yang disajikan oleh koki di bilik makanan yang digilir bergantian secara adil oleh Putri Piring. Makanannya enak-enak looh, ada ayam goreng, bebek bakar, nasi Liuh (nasi ketan dengan sambal serta daging yang manis), Teras (campuran ayam dan bebek yang dibumbui khusus), dan lain-lain.
Meskipun begitu, aku irian banget sama Putri Kubu khususnya. Ratu Garpu “Pelayan, tolong biarin Tingit memberesi dan membersihin dipannya sendiri, kalau berantakan, ya biarin aja, kecuali kalau udah berbau telur busuk, baru kalian wangikan”, “Baik yang mulia”, eh sedangkan Putri Kubu, bangun tidur, melenggang bebas pergi kemana saja dan semua di tinggalinnya serta pelayannya melayaninya dengan bergegas dan apik dalam menyusun kamarnya kembali, padahal Putri Kubu pasti akan selalu memberantakinya seperti kapal yang hancur karena terhempas badai, kalau dipikirin, kasihan para pelayan, namun, Tingit lebih butuh untuk dikasihani.
Di Kerajaan Bumi, setiap hari berganti musim, jadi bagi kalian yang ingin berkunjung, siap-siap sakit ya bro, perubahan tidak menentu, hari ini panas, besok bersalju, besoknya bersemi bunga, terus besoknya lagi bersalju, besoknya pohon dan bunga berguguran, yah…kita sih ngikutin dan nikmatin saja bro.
Tingit senang sekali menjadi penulis gila yang suka mendengarkan curahan hati para penjaga yang kadang gilanya kumat, keluarga yang sedang eror, dan penduduk yang gila, dengan mendegarkan, membalas perkataan, memeberikan wejangan, dan terkadang menulisnya bila di anggap seru untuk disimpan sendiri, ataupun dibagikan kepada orang lain.
Gilanya itu, yaa…..seperti menyeloteh sendiri, berteriak sembarangan, tertawa tiba-tiba bahkan tanpa sebab, mendelikkan mata ke kanan dan kiri, duduk sembarangan, kadang berjalan dengan melepas baju, dan jarang mandi yang baunya udah kayak makanan busuk di dapur Istana.
Tingit menjadi gila karena keluarga dan para leluhurnya mengutuk anak-anaknya sendiri karena telah ngomel kepada orang tua yang dibantah seenaknya oleh para leluhur “Semua keturunanmu akan ada yang gila, hingga turunan terakhir kamu! Serta kamu anak yang durhaka akan masuk ke neraka, serta akan mendapatkan perlakuan yang sama seperti kamu yang akan membuatmu emosi, sehingga mengutuknya menjadi berbagai macam benda yang saat ini belum ada”.
Selain itu, banyak aturan kerajaan yang ribet dan bikin Tingit stres serta gila, seperti untuk selalu curiga sama orang lain, dilarang untuk keluar negeri dengan alasan Politik yang menjebak dengan berbagai macam cara seperti menyisipkan ramuan atau dokumen palsu, kemudian di bunuh, menjaga aib keluarga, dilarang memberikan informasi, dan diminta diam karena diam itu emas tanpa memperhatikan sifat, ilmu yang pernah dipelajari, dampaknya, serta pelecehan dengan direndahkan oleh Raja Sendok, Ratu Garpu, dan guru yang mengajarinya untuk menyembah Halla yang bernama Pull.

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *