Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Jam Aksesibel untuk Tunanetra

Jakarta, Kartunet.com – Time is money. Ketika mendengar ungkapan seperti ini, sangat disadari bahwa begitu penting dan mahalnya waktu sehingga disamakan dengan uang. Dalam kondisi apapun, mengetahui pergeseran waktu jauh lebih penting. Coba bayangkan, ketika dunia ini tidak memiliki ruang waktu yang jelas, bagaimana cara kita mengetahui kapan kita melakukan sesuatu, berapa lama kita melakukan sesuatu dan lain sebagainya. Untuk itu, seluruh umat manusia di dunia perlu mengetahui waktu.


 


Saat ini ketika kita ingin mengetahui waktu, sudah dapat mengenalnya dengan melakukan cara-cara yang simple. Contohnya, di seluruh pelosok dunia manapun, bila ingin mengetahui waktu cukup dengan melihat satu benda yang bernama “jam”.


 


Masalah baru timbul. Apakah hal tersebut dapat dilakukan oleh tunanetra?. Secara logika hal itu tidak mungkin, karena ketika mendengar kata jam, yang muncul dibenak kita adalah jam yang dikenal secara visual.


 


 Mungkin dahulu hal itu memang mustahil, karena jam yang ada belum bisa diakses oleh tunanetra. Tetapi saat ini hal tersebut tidak lagi  mustahil, karena tunanetra juga dapat melakukannya.


 


 Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, hadirlah teknologi yang aksesibel untuk tunanetra. Teknologi tersebut berupa jam bicara (talking watch), Dimana talking watch ini memungkinkan tunanetra untuk dapat mengetahui waktu. Selain berfungsi visual, dapat pula berfungsi audio, hasilnya seorang tunanetra pun dapat mengetahui waktu dengan mudah.


 


 Tampilan fisik talking watch tidak jauh berbeda dengan jam pada umumnya. Baik berupa jam tangan, jam dinding, jam meja ataupun talking watch yang berbentuk gantungan kunci. Namun, khusus untuk talking watch, teknologi yang digunakan adalah digital yang dapat menampilkan angka-angka secara visual. Artinya, talking watch ini juga dapat dipergunakan bukan untuk tunanetra saja, melainkan juga dapat digunakan oleh user nontunanetra.


 


Audio yang dikeluarkan dari talking watch adalah ucapan seorang manusia. Bila dibayangkan, seolah-olah ada seseorang yang memberitahukan bahwa sekarang sudah pukul berapa dari dalam jam. Bahasa yang digunakan sudah ada dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Dari kualitas suara, kejelasan dari ucapan terdengar sangat jelas, baik suara yang menunjukkan orang itu berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan.


 


Selain talking watch, ada juga jam Braille. Tapi jangan kahwatir, anda yang bukan  tunanetra juga dapat menggunakannya. Dengan penggunaan tanda Braille yang sederhana, tidak mustahil para user yang bukan tunanetra juga dapat menggunakannya.


 


Penggunaan huruf Braille dalam jam ini menggunakan dua titik yang berdekatan untuk menunjuk angka 12, 3, 6 dan 9. Dan angka-angka lainnya seperti 1, 2, 4, 5 dan lain-lain hanya menggunakan satu titik saja.


 


Dengan tetap menggunakan jarum jam sebagai penunjuk waktu, tampilan jam Braille sekilas tidak jauh berbeda dengan jam tangan pada umumnya, yaitu berbentuk bundar. Khusus untuk jam Braille ini hanya tersedia untuk jam tangan. Dan jam Braille tidak dapat mengeluarkan suara sepertihalnya talking watch.  Kemudian, bagaimana tunanetra dapat mengetahui waktu, sedangkan jam ini tidak mengeluarkan suara seperti talking watch. Bahkan jam ini masih menggunakan jarum sebagai penunjuk waktunya.


 


Keunikkan dari jam ini adalah ketika seorang tunanetra ingin mengetahui waktu, tunanetra dapat membuka kaca luar yang melindungi isi dari jam tersebut. Ketika kaca terluar dibuka, isi dari jam Braille itu dapat diraba oleh tunanetra seperti jarum jam dan tanda-tanda Braille yang mewakili angka-angka. Akhirnya tunanetra juga dapat mengetahui sang waktu.


 


Dari dua jenis jam ini, masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda-beda. Untuk talking watch cenderung rentan bila terkena air, karena dampak dari air itu dapat merusak speaker tempat keluarnya suara. Pengaturan nafigasi talking watch lebih sedikit rumit, karena ada beberapa fungsi digital yang dapat dijalankan, misalnya seperti mengaktifkan alarm, menyocokan pergeseran waktu ketika tidak sesuai dengan waktu yang sedang berjalan, menentukan bunyi alarm bahkan beberapa talking watch punya kemampuan untuk merekam suara dari luar jam dan lain-lain.


 


Jam Braille sendiri juga demikian, namun pengaturan nafigasinya tidak serumit talking watch, mengingat penggunaannya hanya berdasarkan pada tombol kecil yang dapat diputar untuk menyocokkan jam. Jam Braille ini tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan alarm dan hal lain yang terdapat di talking watch. Namun, kelebihan jam ini yaitu jauh lebih tahan terkena air dibandingkan dengan talking watch.


 


Bila berbicara masalah harga, mungkin bagi sebagian orang masih relative mahal, karena rata-rata harga dua jenis jam ini tidak kurang dari Rp. 65.000 sampai Rp. 300.000, tergantung model dan jenisnya. Keberadaan dua jenis jam ini diakui masih sangat sulit ditemui. Mengingat masih kurangnya sosialisasi tentang accessibility watch di Indonesia, oleh karena itu belum ada toko jam yang menjual dua jenis jam ini.


 


 Bila ingin menemukan dua jenis jam ini hanya terdapat di lembaga-lembaga tertentu yang menangani tunanetra. Namun, beberapa inndividu tunanetra juga sudah ada yang mulai melirik bisnis ini.(Rafik)

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *