Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Kartunet di Kickandy Show 2008

Foto tim Kartunet di Kick Andy Metro TVJakarta – Tanggal 14 Februari 2008, adalah saat dimana Kartunet.com pertama kali tampil disebuah acara talk show layer televisi. Kick andy, adalah acara yang telah berbaik hati untuk mengundang tim kartunet.com ke malam yang bersejarah itu. Syuting perekaman dilakukan pada hari Rabu malam, 30 Januari 2008. Iwa sebagai leader, Dimas sebagai maintain engineer, Aris sebagai programmer, dan Rafik sebagai editor mewakili tim kartunet yang berjumlah 9 orang secara keseluruhan untuk hadir ke sana.

Kami berangkat dengan mobil jemputan dari metro TV, ditemani oleh mbak Astrid, kami meluncur ke daerah kedoya di mana stasiun Metro TV berada. Diiringi oleh hujan rintik-rintik sepanjang perjalanan di rabu sore, kami dengan penuh semangat dan suka cita menuju ke metro tv. Sesampainya di sana, kami sudah ditunggu oleh mas Iwa yang sejak siang sudah standby. Kami untuk pertama kali masuk ke Metro TV. Sebelum acara dimulai, kami menunggu di waiting room untuk beristirahat sembari menikmati makanan yang telah disediakan pihak metro TV. Di sana tim kartunet bercengkrama dengan anak-anak theater Meldick yang juga akan tampil di acara talk show tersebut. Mas iwa dengan seorang temannya yang juga merupakan karyawan Metro TV yaitu mas awan. Beliau banyak bercerita dan melemparkan lelucon-lelucon, dalam hal ini mas Iwa tak mau kalah kocak tentunya. Mas Awan juga banyak membantu kami dalam hal mobilitas selama di Metro TV, dan Ia juga bersedia untuk mengambil foto-foto kami selama berada di sana.

Setelah sholat maghrib, acara pengambilan rekaman di mulai. Saat datang, kami dikejutkan dengan adanya orang bernyanyi di dalam studio. Saya bertanya kepada mas Iwa “Ini bener studionya, kok ada yang nyanyi-nyanyi?” mas Iwa menjelaskan kalau itu hanya acara hiburan saja. Akhirnya saya mengerti, jadi setiap jeda acara, selalu ada hiburan yang membuat penonton tidak bosan. Di antaranya dengan bernyanyi atau bermain games.

Syuting dimulai dengan Ka Rama yang arranger music tunanetra sebagai urutan pertama. Kami menunggu giliran dengan sedikit perasaan nervous. Tapi saya pribadi, mengatakan dalam diri saya “ah gw kan ga liat ini penonton yang ada di sana, ngapain harus nervous?”….. Mungkin ini adalah motivasi konyol, tapi itu yang selalu saya ucapkan dalam hati jika berada di atas panggung. Beberapa kali saya berada di atas panggung seperti saat lomba pidato di SMA dulu, tapi bersyukur saya tidak pernah demam panggung.

Kartunet dapat giliran syuting di segmen kedua. Kami bersalaman dengan bang Andy Noya yang sangat ramah itu. Sebelum perekaman dimulai, kami beramah-tamah dengan beliau. Setelah perekaman dimulai, kami ditanyai hal-hal umum. Seperti kapan kartunet mulai didirikan, latar belakang dan motivasi didirikannya, lalu tugas kami masing-masing, dan kesibukan kami.

Ada satu hal yang terus saya ingat dalam acara itu. Karena saya bukan pendiri kartunet yang bertemu langsung dengan mas Iwa pada awal pendirian, jadi saya tidak tahu motivasi apa dari mas Iwa untuk merekomendasikan pada Aris dan Riqo. Mas Iwa mengatakan “Kalian kan sudah punya website masing-masing, mengapa ga buat aja satu website kolektif yang professional? Masalah terbesar tunanetra adalah, kurang atau tidak teraksesnya lapangan pekerjaan buat kita. Jadi, jika tidak ada lapangan pekerjaan, mengapa tidak kita yang buat? Ingat, beberapa lidi yang diikat jadi satu, akan jauh lebih kuat dari satu lidi yang berdiri sendirian”. Dari perkataan beliau tersebut, motivasi saya terbangkit lagi. Saya sadar, jika website ini sangat penting, dan insya allah bisa menjadi sumber penghidupan bagi teman-teman tunanetra pada khususnya dan masyarakat umum.

Di bawah ini adalah kutipan yang saya ambil dari kickandy.com tentang episode

“melihat dunia dengan hati” yang ditayangkan pada tanggal 14 Februari 2008. *** Seperti hal-nya yang dilakukan oleh Irawan Mulyanto, Dimas, Aries dan Rafiq. Ke-empat pria ini adalah orang-orang dibalik website Kartunet.com. Kartunet sendiri merupakan akronim dari Karya Tunanetra yang memang menyajikan karya-karya dari para tunanetra seperti puisi, cerpen, esei maupun cerita-cerita lucu. Irawan yang biasa disapa Iwa ini, mengatakan bahwa dirinya dan teman-teman memiliki mimpi bahwa satu hari nanti web karya tunanetra ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi tunanetra. Seperti adanya pengiklan ataupun menjadi sebuah radio on line. ” Sekarang ini kami masih membiayai sendiri dengan cara urunan,” jelas Iwa yang sehari-hari juga bekerja sebagai operator telepon di Metro TV.”.

Begitulah penampilan kami pada acara kick andy. Setelah syuting melelahkan kurang lebih 4 jam, pada pukul 11 malam kami pulang ke rumah masing-masing. Saat pulang, kami diantar kembali oleh mobil jemputan Metro TV. Dalam artikel ini, kami tim kartunet tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Metro TV, Bang Andy Noya, Mas Awan, Mbak Astrid, dan semua pihak yang telah membantu pada event malam itu. Semoga kartunet akan terus Berjaya di dunia cyber, dan dapat mewujudkan moto dari kartunet “Mengatasi Keterbatasan tanpa Batas”. DPM

Jakarta, 14 Februari 2008

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *