Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Pemkot Depok Latih Penyandang Disabilitas untuk Kerja di 6 Perusahaan

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga

Jakarta, Kartunet – Hambatan masih dihadapi oleh penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan. Perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pihak swasta, agar mereka memperoleh hak-haknya.

Pemerintah kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) bekerja sama dengan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong mengadakan PBK (Pelatihan Belajar Kerja) atau program magang bagi penyandang disabilitas.

Dikutip dari Depok.go.id, program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemandirian mereka. “Program tersebut digulirkan untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja,” ujar Kabid Sosial Disnakersos, Ani Rachmawati.

Ani menjelaskan, ada enam perusahaan sebagai tujuan penyandang disabilitas ini magang di tempatnya, antara lain PT Energizer Indonesia menerima 2 orang disabilitas dengan kompetensi komputer, PT Toa Galva memberi kesempatan bagi 10 orang bidang Elektro dan 2 orang yang memiliki kemampuan komputer, PT Sanyo Jaya Company memperkenankan 2 orang tenaga disabilitas dengan kapasitas elektro, PT Xacti Indonesia menerima 2 penyandang disabilitas yang mempunyai kepandaian komputer, PT KL Mas 10 orang dengan kepandaian menjahit, dan Amie Jaya Motor 5 orang disabilitas yang memiliki kecakapan otomotif motor.

“Para peserta magang akan diberikan uang makan dan transport, sedangkan untuk tambahan selain itu tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan,” tambah Ani.

Dari kegiatan pelatihan kerja tersebut diharapkan dapat mempersiapkan para penyandang disabilitas baik secara skill, atitude, ketrampilan maupun psikologis supaya mereka siap secara fisik maupun mental untuk memasuki dunia kerja.

Diharapkan ke depan, pihak perusahaan mulai mempercayai para penyandang disabilitas untuk dapat bekerja secara permanen, bukan sekedar program magang. Karena bukan kekurangan fisik yang diperlukan pihak perusahaan, tapi keahlian yang bisa jadi lebih dari pekerja pada umumnya. Selain akan mendapatkan SDM yang unggul, pihak perusahaan juga akan berkontribusi mengentaskan kemiskinan yang dialami oleh rata-rata penyandang disabilitas.(DPM)

sumber: Depok News

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *