Tutur Tinular Seri 163 Dan 164
Menilai seseorang, memang harus benar-benar mendalam. Kita tidak cukup hanya menilai dari sikap buruk atau baiknya saja. Tetapi kita harus benar-benar menjiwai orang yang kita kenal. Dalam seri ke 163 dan 164 ini, para sobat akan mendengar kisah haru dan yang tidak terduga-duga. Pada seri 161 dan 162 sebelumnya, pasti para sobat berfikir bahwa bu sepang (isteri pedaggang) adalah orang yang haus harta dan jahat hatinya. Namun, pada seri kali ini, penilaian itu harus kita ubah. Seperti apakah kisahnya? Simak saja terus rekaman kali ini ya.
terima kasih tk situs:
www.sandiwara-radio.com
Selamat mendengarkan!
wah, dgn adanya sandiwara tt ini, ya, tentunya kita bs mengenang kmbl masa-masa yg telah lalu.
hehehe.. jadi inget waktu kecil nih, kakak2ku suka dengerin sandiwara ini, sekarang giliran aku
btw, kalo ada cerita anak2 dari sanggar cerita mohon di share juga yaa,, terimakasih sebelumnya 
lebih baik kusinya itu tentang perkembangan teknologi yang terus meningkat, daripada buat sandiwara yang GAJEBO gitu mah, sayang...sayang tauh, sejarah itu cukup hanya untuk dikenang ajalah, ini pendapat saya loh ckckckckck
saya setuju!
mang dah kutunggu2 nih ada kuisnya...asyik sandiwaranya, dpt hadiah pula...mauuu
hei...hei....hei...ternyata hari gini masih ada aja ya yang suka dengan film jadul kaya gitu, apa enaknya sih mengikuti sandiwara radio, sekarang kan sudah zamannya teknologi yang serba canggih, yang bisa 3 dimensi, kenapa harus pake dengerin sandiwara radio, ditambah lagi yang diikuti cerita jaman bahela, walah, mungkin orang-orang yg kaya gini nih yang membuat perkembangan zaman semakin menurun, bahkan yang dapat menghancurkan perkembangan teknologi yg terus meningkat. REALISTIS AJALAH MAS...MAS DAN MBAK...MBAK
Post new comment
Tulisan Terkait
- Tutur tinular dari seri 348 hingga 382
- Tutur tinular seri 435 hingga 454
- tutur tinular seri 236 - 256
- Tutur tinular seri 406 sampai 418
- Tutur tinular dari seri 314 hingga 330
- Tutur tinular seri 395 - 405
- Tutur tinular dari seri 331 hingga 347
- Tutur tinular seri 419 sampai 428
- tutur tinular Seri 173 - 178
- Tutur tinular seri 455 hingga 468




