Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Anak para Tunanetra di Hari Anak Nasional

Jakarta, Kartunet.com – 26 anak yang memiliki orang tua penyandang disabilitas netra ikut meramaikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Minggu, 24 Juli 2011 di Taman MONAS, Jakarta.

 

Moment yang hanya dirasakan setahun sekali ini dimanfaatkan begitu maksimal oleh anak-anak di Indonesia. Berbagai macam kegiatan dilakukan di Indonesia, khususnya di ibu kota DKI Jakarta. Namun di Jakarta sendiri anak-anak memperingatinya dengan mengikuti berbagai macam perlombaan.

 

 Acara yang diselenggarakan Minggu, 24 Juli 2011 diprakarsai oleh kawan-kawan Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) yang diketuai oleh Azas Tigor Nainggolan. Dengan mengundang 2000 anak dari beberapa LSM dan ORMAS di Jakarta, DPD PERTUNI DKI Jakarta mengikutsertakan 26 anak yang memiliki orang tua penyandang disabilitas netra.

 

Menurut Bagus Supriyanto, Seksi Kesejahteraan Sosial Dewan Pengurus Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia (DPD PERTUNI) DKI Jakarta, acara yang bertema “Jakarta Bebas Asap Rokok” ini selalu diselenggarakan setiap tahun. Dan setiap tahun DPD PERTUNI DKI Jakarta selalu diundang karena sebagai salah satu organisasi masyarakat di Jakarta.

 

Dalam acara yang melibatkan anak-anak usia 4 – 13 tahun ini terdapat lima cabang perlombaan yang sudah disediakan oleh panitia, yaitu mewarnai, melukis di laying-layang, melukis di tong sampah, majalah dinding dan drama. Cabang perlombaan yang diikuti oleh anak-anak yang orang tuanya termasuk anggota DPD PERTUNI DKI Jakarta hanya tiga cabang perlombaan, yaitu mewarnai, melukis di laying-layang dan majalah dinding.

 

Mereka mengikuti acara tersebut dengan suka cita dan di akhir acara ternyata ada salah satu dari kelompok anak-anak yang orang tuanya penyandang disabilitas netra mendapat juara harapan satu di cabang perlombaan majalah dinding. Anak-anak tersebut adalah,

 

Desti Rahayu S. K. – anak dari Bapak Deni Mulyadi, beliau adalaah seorang tunanetra. Desti bersama dengan dua orang temannya yaitu Nurul, anak dari Bapak Gito, beliau adalah seorang tunanetra dan Resti, anak dari Bapak Ponco Subagio, beliau adalah seorang tunanetra begitu kompak mengerjakan tugas yang telah diberikan dalam cabang perlombaan majalah dinding.

 

Merekalah yang sudah menunjukkan semangat berkompetisi terhadap orang lain sekalipun mereka memiliki orang tua yang termasuk penyandang disabilitas netra. Bagus juga mengutarakan harapannya agar anak-anak tersebut tidak merasa minder untuk berkompetisi dengan anak-anak lain yang orang tuanya bukan penyandang disabilitas dan mereka dapat terus menatap jauh ke depan sesuai dengan cita-cita yang mereka inginkan sekalipun orang tua mereka adalah seorang penyandang disabilitas.(Rafik)

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *