Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Kekeliruan Konsep Penggunaan Jejaring Sosial di Masyarakat

Sebenarnya apa sih jejaring sosial itu? Mungkin semua pembaca tahu definisi jejaring sosial, yaitu suatu media yang dibuat dengan tujuan untuk mempermudah sosialisasi. Namun, tidak seperti definisinya, banyak kekeliruan konsep yang terjadi di masyarakat sehingga jejaring sosial dimanfaatkan tidak dengan semestinya.

 

Sebenarnya hal-hal di bawah ini belum tentu keliru, tergantung dari sudut pandang mana kita menilainya. Namun, kali ini saya mencoba mengangkat kekeliruan konsep jejaring sosial dilihat dari definisi dan fungsinya. Kekeliruan seperti apa sajakah itu?

 

1. Menyebarkan Informasi Tidak Benar

 

Banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang justru memanfaatkan jejaring sosial untuk menyebarkan informasi yang tidak benar. Bahkan tidak sedikit “korban tak berdosa” yang diakibatkan oleh informasi-informasi tidak valid dari jejaring sosial. Penipuan, penculikan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan bisa terjadi karena tertipu di jejaring sosial.

 

Solusinya, buatlah akun jejaring sosial dengan data yang sebenar-benarnya, jangan mengada-ada. Data yang saya maksud meliputi profil, biodata, foto, dan komponen-komponen lainnya yang berkaitan dengan informasi personal.

 

2. Penyebaran Spam

 

Teknologi yang semakin canggih seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk “menjebak” pengguna jejaring sosial dengan spam. Spam tersebut biasanya berupa informasi tidak benar yang jika di klik maka akun jejaring sosial yang kita miliki akan ikut menyebarkan informasi tidak benar tersebut. Ada pula spam yang lebih jahat, yang memiliki kemampuan untuk mencuri data akun pengguna jejaring sosial.

 

Solusinya, jangan sembarangan mengklik tautan (link) yang diberikan orang lain, apalagi jika orang itu tidak kita kenal. Jika kita ingin mengklik sebuah tautan, pastikan tautan tersebut adalah tautan dari website yang terpercaya, bukan dari Short URL (walaupun terkadang ada juga Short URL yang bisa dipercaya).

 

3. Public Display Affection

 

Ini biasaanya terjadi di kalangan remaja yang sedang dimabuk asmara. Mereka akan begitu bangganya mengumbar kemesraan mereka di jejaring sosial. Memajang foto dengan pasangan, memberitahu di mana mereka sedang berada, mengucapkan kata-kata mesra di jejaring sosial, dan sebagainya.

 

Sebetulnya itu hak masing-masing untuk mengumbar kemesraan di jejaring sosial. Namun, perlu diingat lagi, bahwa jejaring sosial adalah tempat untuk bersosialisasi, bukan taman kota tempat memadu asmara. Jangan sampai jejaring sosial berubah fungsi menjadi tempat bertanding “siapa pasangan paling mesra”.

 

4. Update Hal yang Tidak Penting

 

Ini pun banyak kita temui di jejaring sosial. Memang jejaring sosial menyediakan tempat untuk mengupdate apa yang sedang kita rasakan atau apa yang sedang kita pikirkan. Namun, tidak semua hal harus diupdate di jejaring sosial. “lagi makan nih”, “aku lagi jalan-jalan”, sampai terkadang “aku lagi pipis” pun ada yang mengupdate di jejaring sosial. Apakah penting memberi tahu orang bahwa Anda sedang buang air kecil?

 

5. Melupakan Dunia Nyata

 

Jejaring sosial terkadang membuat orang lupa dengan dunia nyata. Dia justru lebih asyik dengan Twitter dan Instagram ketimbang bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Padahal, jika kita lihat dari fungsi aslinya, jejaring sosial ditujukan untuk bersosialisasi, bukan malah membuat orang menjadi anti-sosial. Maka tidak terlalu keliru jika ada yang berpendapat “jejaring sosial menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh”.

 

6. Mengurangi Fungsi Hati dan Perasaan

 

Poin ini ada kaitannya dengan poin nomor 3. Mungkin jarang pembaca yang mengamati fenomena ini. Ketika semua orang melakukan public display affection di jejaring sosial, maka pasangan yang tidak melakukan hal ini dianggap “menyembunyikan pasangannya”. Padahal, jika dilihat lebih jauh lagi, sebetulnya apa yang lebih penting dalam sebuah hubungan? Perasaan dari hati atau kata-kata mesra di jejaring sosial?

 

Nah, demikianlah beberapa kekeliruan konsep penggunaan jejaring sosial yang banyak terjadi di masyarakat. Mari kita gunakan jejaring sosial sesuai dengan fungsi aslinya. Apakah Kartuneters punya pendapat lain? Mari sharing di kolom komentar 🙂

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.
9 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *