Kidung Gaza

Berapa banyak lagi belati yang menghujam?

Sampai kapan padik sayati relung jiwa?

Bulir putih ini terlalu banyak yang terjatuh,

Kadang membuat raga tak sanggup lagi untuk melaju.

Tanpa disadari, napas kehidupan terus berjalan,

Namun rasanya seperti melangkah menuju gerbang pintu larung yang dalam dan tiada akhir kedalamannya.

Ya Allah.

Tatkala pelangi terukir di bibirku,

Sesungguhnya itu adalah kegetiran yang tersembunyi.

Keindahan yang tampak justru menyimpan sejuta pahit di dalamnya.

Jauh

Tak terjangkau pandangan,

Tak teraba dalam terang dan gelap.

Ratusan purnama berlalu,

Ribuan jam telah menjadi saksi

Atas jatuhnya miliaran tetesan darah.

Aku tak pernah tahu kapan akhirnya akan tiba.

Ya Rabb, sudahi bilur ini.

Baca:  Sepucuk Surat dari Mama Tersayang
Bagikan artikel ini
Nurul Rahmah
Nurul Rahmah

Penulis asal Cihaurbeuti, Ciamis, kelahiran 2003, tinggal di Sukaraja, Sukabumi. Alumni SLB-A Budi Nurani, lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Seseorang yang jatuh cinta habis dengan seni sunda dan sastra epik.
Follow Instagram: @nurul.rahmah14
Follow Twitter/X: @NRGaza
follow channel telegram: t.me/nrgaza

Articles: 22

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *