Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Saujana Luncurkan Jejaring Sosial Karir Bagi Difabel


Yogyakarta (05/7), dalam memeringati Hari Terhubung Disabilitas 2015 Saujana lembaga sosial yang peduli terhadap isu difabel meluncurkan jejaring sosial karir bagi difabel kerjabilitas.com di Hotel Royal Ambarukmo yang diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Untung Sukaryadi. Ruby Emir dari Saujana menjelaskan layanan karir ini khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Selain sarana berjejaring karir, aplikasi tersebut juga menyediakan kursus online sebagai penunjang karir mereka. Aplikasi yang sudah berjalan tiga bulan ini telah memiliki pengguna sebanyak 300 lebih pencari kerja, 70 lebih penyedia kerja dan 90 lebih lowongan inklusif. Perusahaan yang memberikan lowongan inklusif di antaranya Batik Sogan, Carrefour dan Mirota Batik.

Kegiatan yang berlangsung juga diisi dengan diskusi interaktif antara para narasumber dan tamu undangan. Kemudahan akses karir bagi difabel dipengaruhi oleh 3 hal: kemudahan akses karena lahir dari lingkungan disabilitas, berasal dari hobi dan kebiasaan yang sama antar sesama difabel dan kemuan perusahaan untuk belajar dari perusahaan lain yang memperkerjakan tenaga disabilitas, jelas Dwi Santosa Kasie Pembinaan dan Kelembagaan Penempatan dan Pasar Kerja Disnakertrans DIY. Harapannya kolaborasi antara Dinas tenaga kerja, Saujana dan perusahaan dapat membuat jejaring kerja yang mudah dikomunikasikan bagi para difabel. Hal ini juga diiringi dengan kemauan para pencari karir disabilitas untuk menyiapkan ketrampilan mereka.

Hasil temuan Retno dari LSM Yakum mengungkapkan bahwa keengganan perusahaan menerima pekerja difabel dikarenakan minimnya pengetahuan mengenai difabilitas serta munculnya stigma negatif, “takut merepotkan teman-teman yang lain, sakit biaya berobat tinggi dan kekhawatiran-kekhawatiran lain,” jelas Retno dalam diskusi tersebut. Sedangkan dari difabel masih ditemukan hambatan-hambatan skill, ketahanan mental dan akses jarak tempuh tempat kerja. Untuk mengatasinya Yakum memberikan training mental help bagi para difabel di yayasannya.

Dari dunia pendidikan Saujana mengundang salah satu pendiri Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ro’fah Makin. Kesempatan kerja bagi para difabel masih minim. Ro’fah mengusulkan pentingnya program magang bagi sekolah-sekolah inklusi/ SLB. “Dinas sudah memberikan dana lebih untuk program magang, praktek dan skill ada, tapi minim magang,” tambahnya. Selain itu, menurutnya universitas di Indonesia belum cukup bagus menyediakan layanan konsultasi karir untuk memasuki dunia kerja. Beberapa universitas sudah ada tapi belum memaksimalkan untuk difabel. PLD berusaha menerapkan program transisi yang sudah di mulai di negara-negara maju. Harapannya pembenahan sistem dalam dunia pendidikan dapat mempersingkat rute perjalanan karir mereka.

Pelaku usaha diwakili oleh pemilik batik Sogan Taufiq Abdurrahman. Menurut pengalamannya pekerja disabilitas mempunyai kinerja yang tak kalah dari teman-teman pekerja lain pada umumnya. Mereka mempunyai etos kerja yang relatif lebih baik dari pekerja lain yang tanpa disabilitas. Sejalan dengan Retno, berdasarkan diskusi dengan sesama pengusaha kekhawatiran muncul dikarenakan kekurangpengetahuan mereka cara memperlakukan difabel. Saat ini Batik Sogan sedang bekerja sama dengan Jurusan Teknik Industri UII dalam mengkaji dan menciptakan tempat kerja yang inklusif.

Santi perwakilan dari International Labour Organization (ILO) memaparkan sebagai organisasi dunia yang merangkul para tenaga kerja dan wirausaha ILO berusaha menciptakan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh pekerjaan yang layak. Pekerja mencakup semua termasuk penyandang disabilitas. ILO juga bertujuan menghapus diskriminasi di antara tenaga kerja. Saat ini ILO banyak menggunakan media untuk mengubah cara pandang masyarakat mengenai pekerja disabilitas.(Iis)

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *