Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

UIN Bandung Tak Menerima Mahasiswa Tunanetra

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga

Jakarta, Kartunet.com – Kasus penolakan calon mahasiswa tunanetra di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung baru terbongkar. Kasus yang ternyata sudah terjadi sejak 1999 ini baru dibeberkan ke umum pada seminar HAM di Bandung (04/08).

 

Penolakan yang beralasan karena tunanetra tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pengajar itu merupakan kebijakan dari Fakultas Tarbiyah sendiri bukan dari Rektor UIN Bandung. Kebijakan tersebut membuat semakin tahun semakin banyak tunanetra yang tidak berminat lagi mencoba masuk ke Fakultas Tarbiyah UIN Bandung. “Untuk tahun ini saya sudah mengkonfirmasi ke pihak HUMAS UIN Bandung bahwa tidak ada tunanetra yang mendaftarkan diri ke Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)” jelas Yayat Ruhiyat selaku Ketua DPP Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) saat diwawancarai lewat telepon seluler (07/08).

 

“Kasus penolakan ini bukan termasuk kasus yang baru, kasus ini sudah berulang kali terjadi di setiap pendaftaran mahasiswa baru terutama yang mendaftar ke Fakultas Tarbiyah jurusan PAI” lanjut Yayat yang juga berperan menguak kasus pada seminar HAM Kamis lalu. Ada fenomena yang lebih ironis menurut Yayat, yaitu ketika Departemen Agama membuka lowongan PNS untuk para sarjana PAI dari Tarbiyah, justru UIN Bandung menutup rapat-rapat kesempatan itu. Yayat mengatakan bahwa sudah ada pendekatan terhadap pihak Rektorat oleh DPP ITMI dan rencananya akan dibuka jurusan PAILB khusus mahasiswa tunanetra namun sampai sekarang tidak jelas hasilnya dan janji pihak UIN Bandung yang akan membawa kasus ini ke rapat rektorat hanyalah wacana belaka.

 

Menurut narasumber kami yang lain, Kelanjutan dari pendekatan tersebut belum maksimal karena pihak DPP ITMI baru melakukan sekali pertemuan dan tidak ada tindakan selanjutnya misalkan melalukan protes terus-menerus ke pihak Rektorat UIN Bandung. Pihak KOMNASHAM pun belum mengadakan pemanggilan terhadap pihak UIN Bandung khususnya Fakultas Tarbiyah. Narasumber kami berharap, Dekan baru Fakultas Tarbiyah UIN Bandung yang sedang dalam masa transisi pergantian jabatan saat ini bisa diajak bicara lebih lanjut untuk penyelesaian masalah tersebut.

 

Sebagai perbandingan, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, khususnya di fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan sudah mulai menerima mahasiswa tunanetra sejak 2007 dan sampai saat ini sudah ada enam orang tunanetra yang menjadi mahasiswa tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bahkan di Universitas lain seperti Universitas Negeri Jakarta, salah satu lulusannya ada yang pernah menjadi guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP Diponegoro 1, Jakarta. (Laras)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *