MENGATASI KETERBATASAN TANPA BATAS
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Berawal dari Kasih

Cinta. Kata itu adalah salah satu kata yang sangat sulit didefinisikan. Kadang kata tersebut dapat membuat seseorang jadi bahagia, atau bahkan bisa buat sakit hati. Malah kata itu bisa datang pada saat, tempat, dan keadaan yang sangat tidak disangka-sangka.

“Brengsek!, Brengsek!”.
“Gimana mas, Bisa enggak?”.
“Ah, sialan!. Bannya kempes lagi”.
“Terus gimana nih mas, jadi enggak kita shoppingnya?”.
“Kalo begini ya gimana ya say, emangnya kamu mau gw anterin pake tuh kendaraan supersonic?”.
“Ah, kendaraan apa tadi kamu bilang?”.
“Super sonic… yang gw maksud bajaj”.
“Ah kalo gitu, kita lain kali aja dech. Tapi janji ya bakalan nemenin aku shopping ke mall!”.

Kutinggalkan Mersi dua pintu dan cewe yang katanya pacarku itu. Heh, katanya ya. Aku juga enggak tahu mana dari kedua barang itu yang lebih pantas ku cintai, itu juga kalo cewe itu boleh ku sebut barang atau benda. Ya mau gimana lagi, itu cewe emang cewe paling cantik and sexy di sekolah ini. Waktu itu gw ndapetin dia dengan cara yang mudah banget. Pas lagi ketemu di kantin, terus gw tembak aja tuh cewe, eh ternyata dan pasti gw diterima. Soalnya tuh cewe emang udah terkenal suka gonta-ganti cowo dan yang penting tuh cowo tajir and berduit pula. Ya, kaya gw ini. Setelah kira-kira sebulan ini aku menjalin hubungan dengan tuh cewe, enggak tau deh perasaan apa yang ada di hatiku. Entah nafsu atau cinta. Tapi sich, yang gw tahu ini sih sepertinya lebih banyak ke nafsu belakanya doang. Karena saat ketemu atau berduaan sama tuh cewe, kayaknya enggak ada rasa bergetar atau perasaan menghargai. Yang ada Cuma rasa kagum dan pengen menikmati tubuh indah itu. Ya kalau boleh memilih, gw sih lebih memilih tuh mobil, dari pada tuh cewe. Karena sama-sama biayanya mahal, tapi tuh mobil lebih setia menemani gw selagi nih kantong lagi tebel atau lagi kanker. Dasar cewe matre zaman sekarang.

Baca:  Dongeng Gemericik Suara Hati (Part2)

Aku berdiri di bawah terik panas jam pulang sekolah menunggu angkutan kota yang siap mengantarku sampai ke rumah walaupun dengan rasa yang sangat terpaksa. Aku berkata dalam hati : “Pulang sekarang, walaupun panas banget pasti di dalam angkot, langsung istirahat dan suruh supir bawa tuh mobil ke bengkel, langsung tidur buat persiapan nanti malan clubbing. Let’s go to party guys!”.

Angkot yang ku nanti tapi tidak juga sich akhirnya tiba, kemudian aku mengambil tempat duduk di dekat pintu agar mudah dapat angin. Sambil nungguin tuh angkot ngetime, aku terus mainin salah satu buku di tasku yang memang Cuma satu-satunya itu untuk mengipasi tubuhku yang sudah basah dengan keringat. Pada saat angkot itu mau berangkat, ada seorang perempuan yang ku kira siswi sma yang sama dengan ku lari tergopoh-gopoh menuju ke angkot yang sudah hampir berangkat. Perempuan itu duduk tepat di hadapanku dengan wajahnya yang cukup cantik tapi memancarkan cahaya keanggunan dan dengan tanpa ekspresi cemberut atau yang masam sedikitpun. Terus kupandangi wajahnya dengan penuh perhatian tiba-tiba rasa panas dan gerah berubah menjadi kesejukan dan getaran-getaran yang aneh di dalam hatiku. Sepertinya di dalam diri perempuan itu terdapat sesuatu yang istimewa dari pada perempuan cantik lainnya. Wajah perempuan itu selain cantik, sepertinya juga memiliki kesan kecerdasan di otaknya itu. Tidak seperti perempuan-perempuan cantik lainnya, yang biasanya otaknya rada kosong dan manja serta bisanya Cuma shopping dan menghambur-hamburkan uang.

Kartunet.com adalah media warga, seluruh konten berupa tulisan, foto, audio, atau video yang diterbikan melalui situs ini menjadi tanggung jawab penuh dari kontributor.

Ingin juga tulisanmu diterbitkan di Kartunet? Siapkan karyamu dan klik di Kirim Karya
3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Developer