Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Mengenali dan mengatasi kekeliruan dalam pengasuhan paling jamak

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga

Disadari atau dalam alam bawah sadarnya, banyak orang tua yang keliru dalam mengasuh anandanya.

COntoh :
Terlalu memanjakan
Selalu melarang
Cepat memberi bantuan
Cepat memaafkan
AAtau tidak sesuai tindakan dengan ucapan

Psikolog anak yang bernama Nadya pramudita mengatakan kekeliruan di atas sering kali terjadi akibat ayah dan ibu yang kurang konsisten dalam bersikap.

Misal, setelah melarang tapi beberapa hari kemudian memperbolehkan. Ini mengambat perkembangan anak.

Keliru ini sering dilakukan orang tua yakni berteriak dengan intonasi marah saat mendisiplinkan.

Ini berakibat pada psikologisnya, anak akan kurang respek/responsif/segen kepada ayah/ibunya.

Bukan hanya itu saja, penerapan disiplin hanya pada waktu tertentu, terkadang marah kurang berkorelasi dengan perilaku anak yang kurang berkenan.

Ini dilakukan dengan banyak alasan, sayangnya, banyak yang kurang mengetahui akibat pada perkembangan dalam jangka panjang, kekeliruan ini terjadi secara spontan dan kurang disadari.

Orang tua biasanya meniru kesalahan orang tua sebelumnya, ada kemungkinan mereka jadi melakukan yang sebaliknya karena kurang menginginkan anaknya mendapatkan perlakuan yang sama seperti dirinya sewaktu kecil.

Kekeliruan ini bisa saat respon orang tua terhadap tangisan bayi, contohnya orang tua bisa saja panik mendengar tangisan, tiada henti mencoba beragam cara untuk menenangkannya, atau malah akan dengan tenang mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh anaknya. Hal ini akan membuat anak menjadi pemaksa.

Lalu mesti gimana?
Menyadari
Evaluasi
Mengubah pola asuh
Sesuaikan dengan kebutuhan perkembangan

Sumber :
Parenting halaman 6 Suplemen Republika, Selasa, 15 April 2014

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *