Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

PSSI, Masih Dapatkah Berkarya?

Bagikan tulisan ini ke sahabat dan keluarga

Jakarta – Sepak bola adalah olaraga rakyat, dimana setiap jenjang ekonomi, politik, sosial masyarakat, tetap berada dalam satu wadah untuk bermain sepakbola, yakni di lapangan sepakbola.
Tapi mengapa sekarang kepemimpinan PSSI disibukan oleh kepentingan politik? Yang semua calon ketua umum adalah insan-insan politik?

 

Mungkin karena 2014 nanti akan terselegngara pemilihan umum, jadi insan-insan politik berduyun-duyun (menjadi ketua umum PSSI), karena mengharapkan dukungan dari ratusan juta masyarakat Indonesia yang gila bola.

 

Jadi, bila isu di atas benar adanya, mengapa takut PSSI dibekukan FIFA? Ataukah kelompok-kelompok tertentu memang ingin PSSI dibekukan FIFA? Toh tidak ada pengaruhnya, Indonesia bisa bertanding di dunia internasional atau tidak, wong targetnya dukungan dari masyarakat (gila bola).

 

Walaupun demikian, hukuman (berwujut pembekuan) dari FIFA tidak usah terlalu dirisaukan, karena tujuan diadakannya kongres untuk perbaikan sepakbola Indonesia bukan? Memperbaiki persepakbolaan kita yang sudah sangat bobrok, dan menjauhkan persepakbolaan kita yang sudah retak di ujung tanduk.

 

Tidak ada masalah kita dibekukan atau tidak, tinggal bereskan pemilihan ketua umum, kemudian cairkan lagi. Gitu aja kok repot.

 

Coba kita tela’a negara-negara yang pernah dibekukan FIFA di bawah ini:

 

1. Afrika Selatan adalah salah satu negara yang persepakbolaannya pernah dibekukan oleh FIFA. Tak hanya dibekukan, negara berlian ini bahkan dicabut dari keanggotaan FIFA sejak sistem apartheid menguasai negri itu. Tapi setelah rezim apartheid musnah, Aprika Selatan kembali menjadi negara yang menakutkan di kanca persepakbolaan dunia, bahkan sukses menyelenggarakan piala dunia 2010!.

2. Federasi Sepakbola Nigeria (NFF) juga perna merasakan pembekuan status oleh FIFA, Karena koruf yang sudah tidak bisa dibendung lagi, ahirnya pemerintah Nigeria mengintervensi (sesuatu yang diharamkan FIFA), dan mendesak mengubah kepengurusan NFF. Setelah pembentukan selesai, pemerintahan kembali melobi FIFA, dan sekarang Nigeria menjadi negara penghasil pemain-pemain kelas dunia yang merumput di eropa!.

 

Masih banyak negara-negara yang lembaga sepakbolanya dihukum FIFA, dalam setengah dekade belakangan ini saja, Kuwait, Samoa, Yunani, polandia, Chad, Ethiopia, Madagaskar, Peru adalah negara-negara yang (lembaga persepakbolaanya) dibekukan FIFA.

 

Pertanyaannya, apakah kita tidak bisa bermain bola lagi, bila PSSI benar-benar dibekukan oleh FIFA? Adakah Indonesia lebih baik daripada negara-negara di atas dalam sepakbola? Apakah dibekukannya PSSI menjadi citra buruk Indonesia, ataukah malah menjadi momentum agar persepakbolaan Indonesia lebih baik lagi?(Riqo)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *