MENGATASI KETERBATASAN TANPA BATAS

Sinergi Pendidik untuk Mewujudkan Pembelajaran Jarak Jauh yang Inklusif

Sinergi Pendidik untuk Mewujudkan Pembelajaran Jarak Jauh yang Inklusif

qnfxslvykle4xyjnqyou.jpg

Terakhir diperbaharui 2 tahun oleh Redaksi

Setiap tahun, dosen Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) sebagai bentuk tri dharma perguruan tinggi. Program P2M ini dilaksanakan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki setiap dosen untuk memberikan kontribusi nyata pada masyarakat. Tahun ini P2M Program Studi Pendidikan Khusus FIP UNJ mengangkat tema “Pemberdayaan Guru Bidang Studi dalam Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus di Tingkat SMP” yang dirancang dalam bentuk webinar.

Melalui serangkaian agenda webinar yang diadakan di Zoom Meeting, beberapa dosen Program Studi Pendidikan Khusus FIP UNJ yang melaksanakan P2M ini mengajak 75 guru se-Jakarta Timur untuk mengenal dan menerapkan pembelajaran jarak jauh yang tepat bagi peserta didik berkebuthan khusus di masa pandemi Covid-19 ini. Webinar yang diadakan dua hari berturut-turut pada 24-25 Juli 2020 ini juga melibatkan salah satu komunitas di Jakarta yang bergerak dalam mengedukasi keinklusian; Kita Inklusi.

Dosen-dosen yang bergabung dalam P2M ini ikut serta menjadi narasumber atau pemateri selama dua hari webinar. Para dosen tersebut adalah Indra Jaya, M.Pd yang menyampaikan materi Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif dan Dr. Murni Winarsih, M.Pd memberikan materi Mengenal Lebih Dekat ABK di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif yang disampaikan pada hari pertama webinar. Di hari kedua, Dr. Wuryani, M.Pd menjelaskan Teknik Pembelajaran Whole Language untuk Murid dengan Kesulitan Belajar, Suprihatin, Ed.D memaparkan tentang Identifikasi dan Asesmen untuk Murid Berkebutuhan Khusus, dan Lisfatul Fatinah, S.Pd sebagai perwakilan Komunitas Kitainklusi menyampaikan Strategi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Murid Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi.

Baca juga:  Hari Aksara juga Milik Huruf Braille

Rangkaian agenda Webinar ini disambut antusias oleh guru-guru yang memiliki murid berkebutuhan khusus di kelas reguler. Hal ini tampak dari aktifnya guru-guru dalam diskusi dan tanya jawab. Suprihatin, Ed.D mengharapkan agenda ini bisa menjadi edukasi bagi para guru-guru peserta untuk meningkatkan kompetensi mengajar mereka.

Beri Pendapatmu di Sini