Penggusuran Raibkan Prikemanusiaan

Sehela pisau menabur luka, Sehela nafas menebar duka
Senyum melempar tangis, Sejengkal tanah menari-nari. Sijago merah melalap hati
Benarkah antara si kaya dan Sang miskin, Sejauh jarak Peluru dan Pistol
Cobalah mengerti hati kami yang dongkol Manatap ujung sepatumu yang tanpa sol

 

Meski di atas sampah kami terhanyut
Tak sekalipun mengusir nyamuk
Sehari saja kau datang menginjak
Gores tanganmu menusuk pinggang sampai ketiak

 

Tak ada guna kami berontak, Seraya nyamuk dilahap cecak
Nasib kami di atas metrai bercetak
Tergores tinta hitam yang pekat

Baca:  Satu dan Seribu

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top