Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Dongeng Gemericik Suara Hati (42)

sudah dilakukan, namun karena ada aturan dalam Kerajaan yang bilang bila selama tiga bulan di tinggalkan dan upeti tidak diserahkan kepada keluarganya, maka aturan sudah dilanggar yang dianggap sudah hidup sendirian tanpa keluarga, dan diharuskan untuk menikah lagi. Tingitpun mengumumkan sayembara ke seluruh Kerajaan untuk mencari pria yang mau menjadi pendamping.
Namun kenyataan yang terjadi ialah Tingit kebingungan saat meminta para pengawal untuk menyeret dan mengusir mereka yang ingin melamarnya, sampai ada yang berhasil masuk kamarku tanpa izin, gila nekad, yang Tingit tidak suka soalnya semuanya pada hobi merayu “Sayangku Tingit”, duh cape deh bro, kelaut aja deh sana.
Aku kapok habisan saat melakukan perjalanan mengelilingi semua kerajaan dengan mengendarai perahu kecil yang hanya muat satu kaki, namun bisa di tempati oleh 1000 orang didalamnya saat pertama kami pergi dulu dari Kerajaan Bumi untuk membantu Kerajaan-Kerajaan lain.
Saat berlayar dulu, ada pria yang seperti itu, mendekatiku dengan rayuan dan berjanji ini itu yang akhirnya malah membuat saya jadi kecewa, marah, dan sedih selama beberapa hari karena aku mendapatinya sedang berjalan manis bersama wanita lain yang ternyata itu adalah Istrinya bro, sakit hati? Ya lah bro, siapa sih yang kejam begitu menggunakan kebohongan untuk nafsu nafsi? Tapi ya sudahlah, Pangeran yah ngga mesti berstrata sih, laki-laki toh ada banyak tersebar dimana-mana, di dalam laut juga ada, namun, kami hidupnya gimana ya?
Akhirnya, saat sedang asyik berjalan-jalan sendirian tanpa dayang dan pengawal yang sengaja diliburin karena kasihan melihat mereka kangen sama keluarganya, Tingitpun menemukan sebuah kedondong yang saat dibelah di kebun, keluarlah seorang Pria yang tampannya luar biasa yang jatuh bergedebum dari atas pohon yang sedang melamun dan terjatuh tepat di kaki Tingit, perawakannya tinggi, mukanya bersih, halus, putih, rapih. Ternyata itu adalah Uyek. “Aduh”, “Astaga Uyek, kamu ngapain di situ?”.
“Ceritanya panjang, Uyek bukanlah seorang Pangeran atau Raja lagi. Halla udah marah sama aku, hukumannya Halla mengerikan, itu…em….prajurit setiaku yang dulu sangat dipercaya saat melakukan kudeta di Kerajaan Bumi, malah menyerangku, aku kaget, kok bisa?”,”Bisalah, sekarang Tingit mengerti kenapa dulu ada aturan dilarang mempercayai orang begitu saja, soalnya ternyata yang membinasakan keluargaku adalah pamanku sendiri. Beliau sudah saya penggal bersama keluarganya di depan umum, supaya pemberontakan bisa terhindari terulang kembali, namun saya tetap mempercayai semua orang sisanya, karena mereka semua baik, semua ada kekurangan dan kelebihan, bro…jiah dia tiduur, zzzz”.
Karena kasihan, setelah mendengar Kerajaannya habis dijajah oleh musuhnya, yang ternyata telah melakukan kerjasama melakukan kudeta, akhirnya saya masukkan Uyek ke Istana dan dijadikan Patih serta di taruh di Istana Zwhs.

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *