Kartunet menuju usianya ke-12, nantikan program-program seru dari kami!
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Mengajarkan Membaca Anak Tunagrahita

Jakarta, Kartunet.com – Membaca  merupakan  suatu  proses  decoding  (decoding),  artinya  membaca adalah suatu  kegiatan untuk memecah kode-kode bahasa berupa lambang- lambang verbal. Lambang verbal ialah rangkaian huruf yang mengikuti suatu konvensi tertentu (misalnya ejaan).

Kemampuan anak tunagrahita dalam membaca sering kali dipengaruhi oleh faktor –  faktor  persepsi dan memori. Persepsi dan memori merupakan proses mental yan berpusat di  otak yang dimiliki oleh setiap individu. Tugas persepsi adalah membawa stimulus melalui alat indera untuk disampaikan ke otak melalui saraf sensoris hingga disadari dan ditafsirkan, karena  persepsi anak tunagrahita mengalami  hambatan,  informasi  yang  masuk  menjadi  kurang  dipahami  atau terjadi salah tafsir.

Namun seperti yang kita ketahui, anak tunagrahita ringan mempunyai IQ di bawah anak normal. Hal ini  mengakibatkan mereka memiliki hambatan atau kesulitan dalam belajar membaca, menulis, dan berhitung yang sifatnya sederhana.

Anak      tunagrahita     yang     mengalami     gangguan      bahasa     lebih     banyak dibandingkan  dengan  yang  mengalami  gangguan  berbicara.

 

 

 

Sementara merencanakan Pendekatan Pengalaman Bahasa, dapat diambil langkah – langkah :

1. Menyediakan kegiatan memotivasi.

2. Tulis  persis apa yang dikatakan siswa dan benar siswa ungkapan tersebut. Ini adalah bahasa yang digunakan siswa akan membantu dengan membaca ulang.

3. Pastikan   siswa   melihat   apa   yang   sedang   ditulis.   Ini   akan   membantu pemahaman mereka tentang bagaimana bahasa lisan.

a. Duduk sejajar dengan siswa dan mengulangi apa yang sedang ditulis.

 

4. Berhenti secara teratur dan bertanya, “Apakah aku menulis apa yang Anda inginkan??” Apakah Anda ingin saya mengubah apa pun “(Rigg, 1981),

5. “Sangat  penting  bagi  guru  menerima  ungkapan  siswa  tanpa  mengoreksi).” (Rigg, 1981 Jika Anda mengubah kalimat siswa.

a. Pendekatan Pengalaman Bahasa tidak boleh diubah menjadi pelajaran tata bahasa.

b. teks yang menyediakan informasi penilaian tentang apa yang menjadi fokus selanjutnya.

6. Format      Rencana      Pendekatan     Pengalaman     Bahasa      untuk     siswa     atau

sekelompok  siswa  yang  berada  pada  tingkat  awal  membaca  dan  akan

mendapat manfaat dari pendekatan ini. Pelajaran yang mungkin mencakup bagian ini:

a.  Nama siswa

b. Tingkat membaca?

c.   Fokus / Standar (s)

d.  Strategi yang akan ditekankan?

e.   Apa standar (s) yang ditargetkan?

f.Memotivasi

g.  Apa  buku,  puisi,  pengalaman,  atau  pertanyaan  akan  digunakan  untuk memulai diskusi?

7. Dikte (menulis apa yang dikatakan siswa)

a. Kumpulkan kembali. Bagaimana Anda akan menghasilkan respons? Ambil dikte ketika siswa berbagi pengalaman mereka.

8. Pertama membaca materi Pendekatan Pengalam Bahasa

a. Setelah mengambil dikte siswa, mereka telah membaca teks. Ini dapat digunakan  sebagai  penilaian  informal.  Amati  apa  yang  siswa  lakukan dengan baik dan apa yang mungkin dibutuhkan untuk dibantu.

9. Setelah membaca

a. Apa  mungkin  pertanyaan  diskusi  atau  strategi  yang  digunakan  dapat membantu siswa setelah membaca?

10. Follow Up-

a.  Bagaimana siswa menerapkan apa yang telah mereka pelajari?

 

 

 

 

 

Kartunet.com adalah media warga, tiap tulisan, foto, atau materi lainnya adalah tanggung jawab sepenuhnya dari kontributor sebagai pembuatnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *