Beri dukungan untuk karya-karya yang telah diterbitkan di event menulis "Imaginasikan Merdekamu!". Tulis saran dan kritikmu sebagai bentuk apresiasi untuk penulis di kolom komentar
Kirim KaryaMulai menulis untuk terbitkan karya kamu di Kartunet.com

Nggak Selamanya Becanda Itu Menyenangkan

Terakhir diperbaharui 8 tahun oleh Redaksi

“Nggak selamanya becanda itu menyenangkan”, mungkin rada mirip kaya salah satu judul lagu *gue lupa itu aliran death metal atau dangdut?* yang judulnya “Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah”.

 

Menurut survei yang gue lakukan terhadap 1 kilogram ikan lele, 1 liter minyak goreng, 1 bungkus garam dapur, dan 1 orang tukang masak di warteg deket rumah gue *bentar bentar, ini hasil survei atau mau bikin ikan lele goreng?*, becanda yang paling nggak menyenangkan tuh yang kaya gini nih:

 

*percakapan terjadi antara seorang cowok dan seorang cewek*

Cowok: “Sebenernya, aku udah lama suka sama kamu. Kamu mau nggak temenin hari-hari aku?”

Cewek: “Maksudnya? Pacaran gitu?”

Cowok: “Bukan, jadi asisten gue. Ya menurut ngana aja? -____-”

Cewek: “Hmm, iya deh, aku mau jadi pacar kamu.”

*sang cowok pun lompat-lompat kegirangan mirip ikan lele lagi digoreng, kali ini bener-bener mirip lho, sayang banget Camera360 gue nggak sempat mengabadikan momen ajaib itu*

*5 menit kemudian*

Cewek: “Oh iya, sorry ya, yang tadi tuh aku Cuma bercanda kok.”

*dan 5 menit kemudian, datanglah seorang cowok lain yang ternyata pacar aslinya si cewek*

 

Ekspresi apa yang akan terjadi selanjutnya? Gue rasa, mungkin tuh cowok bakal langsung ngambil gitar, dan sambil nangis nyanyiin lagunya Afgan, “Terlalu sadis caramuuuuu”, dan di tengah-tengah aksi-nyanyi-sambil-nangis itu, si cowok masih sempet komentar, “Sorry kalo agak fals, huhuhuuu. ini senarnya lupa gue setem, huhuhuuu.”

Baca juga:  Dongeng Gemericik Suara Hati (42)

 

PS: Maaf yak kalo nggak lucu, namanya juga lagi belajar 😛

Kartunet.com adalah media warga, seluruh konten berupa tulisan, foto, audio, atau video yang diterbitkan melalui situs ini menjadi tanggung jawab penuh dari kontributor.

Ingin juga tulisanmu diterbitkan di Kartunet? Siapkan karyamu dan klik di Kirim Karya
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.